Berlangsung setelah peringatan HUT ke- hubungan diplomatik kedua negara (Februari 1950 – Februari 2026), kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Vietnam dan Polandia untuk terus memperkuat kepercayaan politik, mendorong kerja sama yang konkret, serta memperluas bidang-bidang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan masing-masing pihak.

Selama lebih dari 76 tahun, Vietnam dan Polandia telah membangun hubungan persahabatan yang erat dan kokoh. Di tengah upaya kedua negara untuk mencari sumber pertumbuhan baru, tantangan yang dihadapi saat ini adalah memanfaatkan fondasi hubungan tradisional sekaligus memperluas kerja sama di bidang-bidang yang sesuai dengan keunggulan dan kebutuhan pembangunan masing-masing.

Mengoptimalkan Potensi Ekonomi

Ini merupakan kunjungan resmi kedua Donald Tusk ke Vietnam dalam kapasitasnya sebagai PM Polandia, setelah kunjungan pada tahun 2010. Kunjungan kali ini berlangsung setelah kedua negara mengeluarkan Pernyataan Bersama tentang peningkatan hubungan bilateral pada tahun 2025, yang menjadi fondasi tambahan untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang yang memiliki potensi besar. Duta Besar Polandia untuk Vietnam, Joanna Skoczek, menegaskan:

“Saat ini, kedua negara berada pada posisi yang sama sekali berbeda dibandingkan sebelumnya. Polandia dan Vietnam kini merupakan negara dengan perekonomian terdepan di kawasan masing-masing. Polandia mencatat pertumbuhan PDB tertinggi di Uni Eropa, sementara Vietnam termasuk dalam kelompok negara dengan pertumbuhan PDB tertinggi di Asia Tenggara dan Asia secara keseluruhan. Hal ini membuka peluang-peluang baru bagi kedua negara. Kunjungan kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menegaskan bidang-bidang yang memiliki prospek kerja sama terbesar antara kedua negara.”

Di antara berbagai bidang kerja sama, ekonomi, perdagangan, dan investasi dipandang sebagai salah satu penggerak penting untuk membawa hubungan Vietnam–Polandia ke tingkat yang lebih tinggi. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 3,94 miliar dolar AS, meningkat 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan kedua negara berkembang secara positif, namun peluang untuk memperluas kerja sama masih sangat besar.

Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam – Uni Eropa (EVFTA) telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan kedua negara untuk mengakses pasar masing-masing. Namun, guna memanfaatkan secara optimal berbagai keuntungan dari perjanjian tersebut, kedua pihak terus berupaya meningkatkan promosi perdagangan, memperkuat penyediaan informasi pasar, mengatasi berbagai hambatan, serta membantu perusahaan memenuhi standar pasar Eropa. Selain komoditas perdagangan tradisional, Vietnam dan Polandia juga berpeluang memperluas kerja sama di bidang pengolahan pangan, pertanian, industri manufaktur, teknologi informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital.

Duta Besar Joanna Skoczek juga secara khusus menekankan potensi kerja sama di bidang pendidikan, budaya, pariwisata, dan silaturahmi rakyat. Ia menilai bahwa komunitas sekitar 25.000 warga Vietnam di Polandia merupakan jembatan penting yang turut meningkatkan saling pengertian dan mempererat persahabatan antara kedua bangsa.

“Kami berharap semakin banyak warga Vietnam yang berkunjung ke Polandia. Warga Vietnam selalu disambut hangat di Polandia, sebagaimana warga Polandia juga selalu mendapat sambutan hangat saat berkunjung ke Vietnam. Kegiatan pariwisata antara kedua negara semakin berkembang. Saya menilai bahwa kedua negara telah memiliki fondasi yang kondusif untuk mendorong kerja sama. Kini, yang ingin saya capai adalah mewujudkan fondasi tersebut melalui proyek-proyek kerja sama yang konkret, nyata, dan berkelanjutan. Saya yakin kunjungan PM Donald Tusk merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kedua pihak untuk membahas berbagai hal tersebut.”

Memperkuat Koordinasi demi Perdamaian dan Pembangunan

Hubungan Vietnam – Polandia tidak hanya mendorong kerja sama bilateral, tetapi juga turut memperkuat hubungan antara Vietnam dan Uni Eropa. Sebagai anggota Uni Eropa, Polandia dapat membantu memperluas kerja sama antara Vietnam dan mitra-mitra Eropa di bidang perdagangan, pembangunan berkelanjutan, serta penanganan berbagai tantangan global.

Di tengah komitmen kedua negara untuk senantiasa saling mendukung dan berkoordinasi di berbagai forum multilateral, serta menjunjung tinggi hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan multilateralisme, kunjungan PM Polandia Donald Tusk juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk terus bertukar pandangan mengenai arah kerja sama yang dapat berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan pada waktu mendatang.

Kunjungan PM Donald Tusk menjadi kesempatan bagi Vietnam dan Polandia untuk memperkuat kepercayaan politik, memperluas bidang kerja sama, serta mengoptimalkan potensi masing-masing negara. Upaya menerjemahkan fondasi persahabatan menjadi hasil kerja sama yang konkret akan menjadi pendorong bagi perkembangan hubungan kedua negara secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha kedua belah pihak.