Konferensi nasional untuk mempelajari, menghayati, dan mengimplementasikan sejumlah Resolusi dan Instruksi Politbiro yang diselenggarakan oleh Politbiro dan Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) pada Kamis (3 September) tidak hanya merupakan sebuah kegiatan politik yang berskala luas, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting yang mencerminkan visi strategis dalam pemikiran tata kelola nasional Vietnam, menuju peningkatan kapasitas kepemimpinan Partai di era baru.
Konferensi tersebut telah memaparkan sejumlah poin baru dari enam resolusi dan instruksi yang baru saja diterbitkan, terkait berbagai bidang. Seluruh topik yang dibahas pada dasarnya menjawab satu pertanyaan besar: Bagaimana Vietnam harus mempersiapkan serta mengorganisasi sumber dayanya untuk memasuki tahap pembangunan yang lebih cepat, berkelanjutan dan berkualitas?
Visi Strategis dan Konsensus dari Pusat hingga Tingkat Akar Rumput
Politbiro secara langsung menyelenggarakan konferensi berskala besar yang dilaksanakan secara luring dan daring secara serentak di seluruh negeri, dari titik utama di Gedung Majelis Nasional (MN) yang terhubung hingga tingkat provinsi dan tingkat akar rumput. Hal ini menunjukkan tekad politik yang sangat tinggi untuk menyatukan pemahaman dan tindakan. Dalam diplomasi dan integrasi internasional modern, kekuatan lunak suatu negara terutama bersumber dari konsensus internal, transparansi dalam arah kebijakan serta kelancaran dalam pelaksanaan.
Enam topik itu yang dihayati dan diimplementasikan dalam konferensi tersebut mengandung perspektif yang sangat baru dalam memandang persoalan pembangunan nasional di tengah perubahan mendalam dalam proses globalisasi.
Resolusi mengenai pembangunan kawasan dan penataan ruang pembangunan nasional bertujuan mengatasi kondisi fragmentasi administratif, sekaligus mengoptimalkan sumber daya nasional. Dari perspektif hubungan luar negeri, sebuah negara yang memiliki ruang ekonomi dengan perencanaan terpadu serta infrastruktur yang saling terhubung dengan lancar akan menjadi destinasi yang jauh lebih menarik bagi para investor strategis global, khususnya investasi asing langsung (FDI) generasi baru. Di bidang ekonomi, penetapan pariwisata sebagai sektor ekonomi unggulan pada era baru menegaskan strategi keterbukaan dan integrasi yang lebih mendalam, dengan menempatkan manusia dan kebudayaan sebagai pusat untuk menarik sahabat-sahabat internasional, sekaligus meningkatkan citra dan posisi negara di dunia.
Resolusi mengenai urusan warga Vietnam di luar negeri terus memperkuat persatuan besar seluruh bangsa. Komunitas lebih dari enam juta warga Vietnam di luar negeri tidak hanya merupakan sumber daya yang berharga, baik dari segi pengetahuan maupun finansial bagi pembangunan sosial-ekonomi, tetapi juga menjadi “duta perdamaian” serta jembatan penting dalam mendorong hubungan persahabatan dan kerja sama antara Vietnam dengan berbagai negara di dunia.
Profesor Doktor Nguyen Tuan Anh, Kepala Redaksi Majalah Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Nasional Hanoi, mengatakan: “Menurut saya, visi strategis yang menonjol dari berbagai Resolusi dan Instruksi kali ini terletak pada pergeseran dari pola pikir pembangunan berdasarkan sektor-sektor secara terpisah menuju pola pikir untuk membangun sebuah ekosistem pembanguan nasional di mana manusia, institusi, ruang pembangunan dan berbagai sumber daya sosial saling terhubung. Saya secara khusus menaruh perhatian pada bagaimana Resolusi dan Instruksi tersebut menempatkan manusia serta kapasitas manusia untuk bertindak pada posisi yang sangat penting. Pembangunan tidak hanya membutuhkan modal, teknologi dan infrastruktur tetapi juga memerlukan kepercayaan sosial, konsensus, jajaran aparatur yang berani berpikir, berani bertindak dan berani memikul tanggung jawab, serta kemampuan untuk memobilisasi sumber daya di dalam dan luar negeri”.
Memperkuat Ketangguhan dan Secara Proaktif Menangkap Peluang
Salah satu sorotan yang bersifat terobosan yang dibahas dalam konferensi adalah topik mengenai pengembangan sifat pelopor dan keteladanan, semangat pembaruan, berani berpikir, berani bertindak dan berani memikul tanggung jawab di kalangan kader dan anggota Partai; strategi pekerjaan ideologi dalam konteks baru; serta sejumlah isi pokok dan inti dari Instruksi Politbiro tentang penguatan pembelajaran dan penerapan pemikiran, moral, metode, dan gaya Ho Chi Minh pada tahap pembangunan baru. Dalam hubungan luar negeri dan integrasi internasional, semangat ini memiliki arti yang sangat penting. Profesor Muda, Doktor Dao Duy Quat, mantan Wakil Ketua Tetap Departemen Ideologi dan Kebudayaan KS PKV, berpendapat: “Penerbitan Resolusi Nomor 25 Politbiro mengenai strategi pekerjaan ideologi pada saat ini adalah langkah yang tepat sasaran sekaligus tepat waktu. Politbiro sekali lagi menegaskan dengan kuat bahwa pekerjaan ideologi merupakan bagian yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan kepemimpinan Partai; berperan untuk “membuka jalan dengan melangkah lebih dahulu, berjalan bersama dalam proses pelaksanaan, dan kemudian melakukan evaluasi serta mengevaluasi praktik”. Peran untuk melangkah lebih dahulu, berjalan bersama, dan kemudian melakukan evaluasi ini bertujuan menciptakan persetujuan yang sangat tinggi di seluruh Partai, membangun konsensus dalam seluruh masyarakat, serta membangkitkan aspirasi yang kuat untuk mewujudkan cita-cita Presiden Ho Chi Minh dan jalan yang telah dipilih oleh bangsa.”
Berbagai haluan besar yang dihayati dan diimplementasikan dalam Konferensi pada tanggal 3 September 2026 tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan politik yang berskala luas, melainkan menunjukkan tekad kuat untuk bertindak. Mulai dari memperkuat fondasi ideologi, membangkitan semangat “berani berpikir, berani bertindak” di kalangan kader, hingga mengoptimalkan ruang pembangunan, mengembangkan kekuatan persatuan besar seluruh bangsa, serta menetapkan posisi sektor-sektor ekonomi unggulan, semuanya telah berpadu membentuk kekuatan internal yang kokoh.
Ketika konsensus dari tingkat Pusat hingga tingkat akar rumput terjalin secara menyeluruh dan terpadu, Vietnam tidak hanya percaya diri dalam menyelesaikan tantangan pembangunan yang cepat dan berkelanjutan di dalam negeri, tetapi juga semakin menegaskan ketangguhan sebagai sebuah negara yang stabil, proaktif serta menjadi mitra yang tepercaya dan bertanggung jawab di kancah internasional.
