17/12/2025. Foto: Vietnam+
Berkontribusi dalam Membentuk Standar Global
Selama lebih dari tiga dekade sejak meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak Anak, Vietnam selalu menegaskan posisinya sebagai anggota yang bertanggung jawab. Di berbagai forum multilateral, Vietnam telah menegaskan peran pentingnya melalui berbagai inisiatif yang relevan dengan tuntutan zaman.
Pada tahun 2014, Vietnam secara proaktif mengusulkan dan mendorong pengesahan Resolusi tentang Perubahan Iklim dan Hak Anak di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Secara khusus, selama masa jabatannya sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (2020-2021), Vietnam memberikan suara yang penting dalam upaya melindungi kelompok yang paling rentan melalui penyelenggaraan Pertemuan Formula Arria pertama mengenai masalah anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dalam konflik, sekaligus mendorong pengesahan Resolusi 2573 tentang perlindungan infrastruktur esensial seperti sekolah dan rumah sakit anak.
Di samping forum-forum global, pada tingkat regional, Vietnam juga menjadi mata rantai yang proaktif dalam perumusan kebijakan di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Vietnam telah berpartisipasi dalam penyusunan Program Prioritas Komisi Antarpemerintah ASEAN tentang Hak Asasi Manusia (AICHR); memimpin berbagai lokakarya regional tentang pencegahan dan pemberantasan perdagangan perempuan dan anak (2016), serta peningkatan akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas (2017). Pada saat yang sama, Vietnam selalu secara serius melaksanakan komitmen internasional utama seperti Konvensi ASEAN Menentang Perdagangan Orang (ACTIP), beserta Konvensi Nomor 138 dan 182 dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengenai penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.
Mewujudkan Komitmen melalui Tindakan Nyata
Upaya Vietnam tidak berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan dibuktikan dengan data faktual dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setelah menyelesaikan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) lebih awal, Vietnam kini melangkah mantap di jalur Agenda 2030, khususnya pada target pendidikan dasar universal dan penurunan angka kematian anak balita.
Salah satu tonggak pencapaian paling menonjol adalah perjalanan 25 tahun penerapan Konvensi ILO Nomor 182. Vietnam telah menurunkan secara drastis persentase anak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dari 9,1% pada tahun 2018 menjadi hanya 3,5% pada tahun 2023. Pencapaian ini menegaskan filosofi pembangunan Vietnam yang konsisten: Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok yang paling rentan.
Mengakui berbagai upaya Vietnam tersebut, Ibu Silvia Danailov, Kepala Perwakilan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Vietnam, menyatakan:
“ Vietnam telah mencapai kemajuan yang luar biasa. Investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan telah secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup anak, sekaligus meningkatkan aksesibilitas mereka terhadap berbagai layanan, bahkan di daerah pelosok sekalipun. Selain itu, negara ini juga telah memperkuat kerangka hukumnya, termasuk berbagai upaya baru untuk melindungi anak-anak di lingkungan siber.”
Menghadapi tantangan baru di era digital, Vietnam dengan cepat memasukkan isu perlindungan anak di dunia maya ke dalam kerangka kerja sama regional dan internasional. Bersama negara-negara ASEAN, Vietnam mengesahkan Deklarasi Perlindungan Anak dari Segala Bentuk Eksploitasi dan Pelecehan Daring pada tahun 2019, serta melaksanakan berbagai program aksi untuk meningkatkan kapasitas perlindungan anak di ruang siber. Pada Upacara Peluncuran Bulan Tindakan untuk Anak tahun 2026 yang bertema "Anak yang Bahagia, Aman, dan Melangkah Mantap di Era Digital", Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan menekankan:
“Kita tidak boleh membiarkan 26 juta anak Vietnam memasuki lingkungan digital tanpa pendampingan, arahan, dan kapasitas perlindungan yang aman dari dampak negatif. Oleh karena itu, membekali anak-anak dengan keterampilan digital dan keterampilan hidup di lingkungan siber adalah hal yang sangat krusial. Ke depannya, perlu difokuskan pada penerapan solusi yang sinkron untuk melindungi anak-anak di dunia maya; sektor pendidikan dan instansi berwenang perlu meningkatkan pendidikan keterampilan digital, keterampilan membela diri, dan pencegahan risiko di ruang siber bagi anak-anak.”
Di tengah konteks dunia yang menghadapi berbagai tantangan baru akibat perubahan iklim, konflik, dan transformasi digital, Vietnam terus menunjukkan konsistensinya dalam memastikan bahwa setiap anak dapat hidup dengan aman, terlindungi, dan memiliki kesempatan untuk berkembang secara komprehensif./.
