Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas

(VOVWORLD) - Selama 20 tahun terakhir, meskipun usianya sudah lanjut dan memiliki keterbatasan fisik, Dokter laki-laki yang bernama Le Thanh Do di Kecamatan Tuong Mai, Kota Hanoi, tetap tekun dalam membuat kaki dan tangan palsu untuk diberikan kepada orang-orang yang tidak beruntung kehilangan sebagian tubuhnya. Ia memanfaatkan rumah kecil di samping tempat tinggal nya sebagai bengkel produksi. Sementara  Ruang tamu nya digunakan untuk menyambut serta memberikan konsultasi kepada penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki atau tangan palsu. Semua ini diberikan secara gratis.
Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas - ảnh 1Ruang bengkel produksi kaki dan tangan palsu milik dokter Le Thanh Do di sebuah gang di Jalan Minh Khai, Hanoi. (Foto: Nho Trung/VOV2)

Trinh Cong Thap di Provinsi Tuyen Quang, dulunya adalah tenaga kerja utama dalam keluarga. Selama bekerja, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kehilangan salah satu kakinya, sehingga hidupnya menjadi sulit. Beberapa kali, ia mencari informasi dan ingin memasang kaki palsu, namun biaya yang tinggi melebihi kemampuan ekonomi keluarganya. Keberuntungan datang padanya ketika ia dipertemukan dengan Dokter laki-laki Le Thanh Do dan mendapatkan kaki palsu secara gratis. Trinh Cong Thap mengatakan:

"Saya dulu pernah bertugas di tentara, pulang dalam keadaan sehat, tetapi ketika berusaha di bidang ekonomi, saya mengalami kecelakaan sehingga salah satu kaki saya harus diamputasi. Sudah 9 tahun sejak kecelakaan itu. Sekarang, dengan bantuan ini  saya dipasang  palsu, saya sangat senang. Saya bisa meninggalkan tongkat, berjalan lebih mudah, dan bisa melakukan lebih banyak hal untuk mengurus keluarga”.

Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas - ảnh 2Dokter Le Thanh Do (kanan) memberikan konsultasi dan arahan kepada penyandang disabilitas setelah dipasangi kaki palsu secara gratis. (Foto: Nho Trung/VOV2)

Sama seperti saudara Thap, tanpa dukungan berupa biaya penuh, Bapak Dang Tien Quang di Provinsi Tuyen Quang tidak akan bisa mendapatkan tangan palsu. Bapak Dang Tien Quang berbagi: 

“Saya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 1983, sudah lebih dari 40 tahun hingga sekarang. Sebelumnya Saya beberapa kali ingin memasang tangan palsu, tetapi karena saya tinggal di daerah terpencil, hal tersebut sangat sulit dilakukan, sehingga tidak pernah terwujud. Sekarang dengan adanya tangan palsu, saya bisa bekerja dengan kedua tangan, jauh lebih mudah. Hidup saya menjadi lebih ringan”.

Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas - ảnh 3Setelah mendapatkan tangan palsu, penyandang disabilitas menjadi lebih mudah dalam beraktivitas sehari-hari. (Foto: Nho Trung/VOV2)

Dokter Le Thanh Do mengatakan bahwa dirinya adalah seorang veteran perang, sehingga dia dapat memahami dan berempati terhadap penyandang disabilitas. 

Saya kehilangan sebagian tubuh, sehingga saya memahami dengan jelas kesulitan yang harus dihadapi oleh para penyandang disabilitas. Saya merasa lebih beruntung dibandingkan kawan sekesatuan saya, karena bisa kembali dan menikmati kedamaian. Oleh karena itu saya selalu berpikir untuk melakukan sesuatu untuk membantu kawan sekesatuan saya, khususnya para korban agen oranye/dioksin, sebagai cara untuk berbakti bagi kawan sekesatuan dan orang-orang yang kurang beruntung”.

Setiap tangan, lengan, atau kaki palsu memerlukan biaya yang tinggi. Meskipun kondisi ekonomi keluarga Dokter Le Thanh Do belum tentu tergolong  kaya, tetapi selama 20 tahun ini, beliau telah mendonasikan ribuan produk kepada penyandang disabilitas yang miskin. 

“Selain kendala terkait bengkel, saya juga kekurangan dana untuk membeli peralatan dan mesin produksi. Kedua masalah ini saya atasi secara bertahap dengan memanfaatkan rumah saya dan dana tunjangan disabilitas serta gaji pensiun. Tantangan lainnya adalah biaya pengadaan bahan baku. Awalnya, saya harus menggalang dukungan dari kawan sekesatuaan. Setelah itu, beberapa dermawan dan organisasi amal yang melihat saya bekerja dengan baik dalam kegiatan amal, mulai memberikan bantuan kepada saya untuk membeli bahan baku”.

Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas - ảnh 4Teknisi Tran Thu Nguyet telah mendampingi dokter Do selama bertahun-tahun untuk memproduksi kaki dan tangan palsu guna mendukung penyandang disabilitas. (Foto: Nho Trung/VOV2)

Tindakan mulia yang dilakukan dengan hati telah mendapatkan dukungan dan pendampingan dari banyak teknisi yang memiliki keahlian tinggi, berpengalaman, serta para dermawan. Teknisi Tran Thu Nguyet berbagi: 

“Pak Do adalah orang yang berdedikasi terhadap profesinya, sehingga saya ingin mendampinginya. Saya juga merasa senang bisa membantu untuk meringankan kesulitan orang lain. Karena ada beberapa kasus yang kehilangan kedua tangan dan kedua kaki, tidak bisa berjalan, namun setelah datang ke sini, mereka bisa berjalan dan memegang serta menggenggam”.

Dokter Laki-Laki Tua Mencari Kembali Impian untuk Orang Disabilitas - ảnh 5Bapak Ly Minh Tuan, Direktur Dana Thien Tam (kanan), menyatakan kepercayaan dan kesiapan untuk mendampingi dokter Đô dalam memperluas bengkel produksi guna memberikan dukungan kepada lebih banyak penyandang disabilitas. (Foto: Nho Trung/VOV2)

Bapak Ly Minh Tuan, Direktur Dana Thien Tam, mengatakan:“Yayasan kami telah mendampingi Pak Do selama hampir 5 tahun hingga kini. Kami telah memberikan bantuan kaki dan tangan palsu kepada sekitar 500 orang yang senilai  lebih dari 13 miliar VND (lebih dari 500 ribu USD). Pak Do memiliki reputasi yang baik dan kami sangat percaya untuk memberikan dukungan lebih banyak, secara rutin, dan jangka panjang. Kami terus mendorong Pak Do untuk memperluas produksi, dan jika Pak Do setuju, Yayasan Thien Tam siap mendampingi dan memberikan dukungan dana”.

Dokter Le Thanh Do telah menerima banyak penghargaan, tetapi hadiah terbesar baginya adalah kebahagiaan orang-orang yang menerima kaki dan tangan palsu. Hal itu mendorongnya untuk memproduksi lebih banyak dan terus menyempurnakan produk sebelum diserahkan kepada penyandang disabilitas.

Komentar

Yang lain