Di jantung Kota Hanoi, Istana Kinh Thien merupakan bekas dari istana kuno di dalam Benteng Kerajaan Thang Long. Di atas fondasi istana-istana dari zaman Dinasti Ly dan Dinasti Tran, Dinasti Le telah membangun sebuah istana utama baru yang diberi nama Istana Kinh Thien (artinya Hormati Langit). Tempat ini merupakan kediaman para raja sekaligus lokasi penyelenggaraan upacara-upacara kenegaraan paling agung di Vietnam, seperti upacara penobatan raja, sidang agung kerajaan, dan penyambutan utusan negara sahabat.

Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc, Wakil Ketua Asosiasi Ilmu Pengetahuan Sejarah Vietnam, menjelaskan: “Pada tahun 1428, Raja Le Thai To mengepung Benteng Dong Quan (nama Benteng Kerajaan Thang Long selama pemerintahan Dinasti Ming di Vietnam), mengalahkan pasukan Ming, lalu menguasai benteng tersebut. Di sinilah beliau mendirikan Istana Kinh Thien sebagai istana utama yang paling penting di dalam kerajaan. Istana Kinh Thien menempati posisi sebagai pusat langit dan bumi, pusat bagi bangsa kita, sekaligus simbol tertinggi dari sejarah dan kebudayaan Vietnam.”

Area di depan istana merupakan Pelataran Dai Trieu, tempat para pejabat sipil dan militer berbaris sesuai tingkat kedudukan mereka untuk menghadiri sidang agung kerajaan. Dari Gerbang Doan Mon, Jalan Ngu Dao (jalan yang dikhususkan untuk perjalanan raja) membentang lurus menuju Istana Kinh Thien, membentuk poros utama seluruh kompleks Benteng Kerajaan Thang Long.

Seiring perjalanan sejarah, Istana Kinh Thien kini hanya tinggal reruntuhan berupa fondasi setinggi hampir tiga meter, beserta dua pasang tangga batu berukir naga yang sangat khas dari zaman Dinasti Le. Kedua pasang tangga batu tersebut telah ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional Vietnam. Dalam penggalian arkeologi yang dilakukan di lokasi ini – sesuai dengan rekomendasi Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 2011, 2023, 2025, dan 2026 – telah ditemukan berbagai peninggalan dan artefak penting.

Fondasi Istana Kinh Thien mencerminkan standar tradisi arsitektur istana Vietnam sekaligus penerapan tata nilai Konfusianisme dalam seni arsitektur. Rangka bangunannya terbuat dari kayu “lim” (sejenis kayu langka, keras, dan tahan lama). Selain itu, atapnya memiliki dua tingkat, dengan sudut melengkung yang dilapisi genteng “rong hoang luu ly” (genteng naga berglasir), menciptakan keindahan yang megah dan agung.

Profesor Muda, Doktor Bui Minh Tri, mantan Kepala Institut Penelitian Benteng Kerajaan, menuturkan: “Kami telah meneliti secara cermat setiap jenis genteng yang digunakan pada masa Dinasti Le Awal di Vietnam dan Dinasti Ming Awal di Tiongkok. Dari penelitian tersebut, kami menemukan bukti-bukti yang sangat meyakinkan bahwa ini merupakan jenis genteng unik yang hanya ada di Vietnam dan tidak ditemukan di negara mana pun di Asia Timur.”

Setelah 15 tahun melakukan penelitian serta menggalang dukungan UNESCO, proyek investasi untuk konservasi, pemugaran, dan rekonstruksi ruang utama Istana Kinh Thien secara resmi dimulai. Menurut Pusat Konservasi Warisan Thang Long–Hanoi, rekonstruksi Istana Kinh Thien telah melalui proses penelitian yang cermat dan memenuhi seluruh proses ilmiah di Vietnam, serta rekomendasi UNESCO dan Dewan Internasional untuk Monumen dan Situs (ICOMOS). Tujuan utamanya adalah melestarikan dan meningkatkan nilai universal luar biasa dari warisan budaya tersebut.

Nguyen Thanh Quang, Direktur Pusat Konservasi Warisan Thang Long–Hanoi, mengatakan: “Strategi arkeologi ini dilaksanakan secara bertahap dengan tujuan merekonstruksi seluruh fungsi kawasan Pelataran Long Tri dan Dan Tri, termasuk menghidupkan kembali upacara-upacara tradisional yang dahulu digelar oleh para leluhur. Saat ini, kami sedang menjalankan berbagai tahapan tersebut dan berharap Istana Kinh Thien dan ruang utamanya dapat berdiri kembali di dalam Benteng Kerajaan Thang Long sebelum tahun 2030. Inilah bentuk penyajian warisan yang terpenting dan terbaik bagi para wisatawan saat berkunjung di Benteng Kerajaan Thang Long.”

Dari fondasi dan peninggalan yang tersisa, kisah tentang Kota Thang Long kuno terus terhubung dengan masa kini dan diwariskan ke generasi berikutnya. Upaya konservasi, pemugaran, dan rekonstruksi Istana Kinh Thien tidak hanya bertujuan memulihkan sebuah bangunan, tetapi juga merupakan tugas penting sekaligus langkah awal dalam mewujudkan visi Poros Utama Benteng Kerajaan Thang Long hingga tahun 2035, yang berlandaskan visi 100 tahun dalam Rencana Induk Ibu Kota Hanoi./.