Tidak hanya menghadirkan nuansa baru pada kain-kain tradisional melalui desain modern, ia juga secara bertahap berhasil menciptakan sumber penghidupan yang stabil bagi banyak perempuan di desanya.

Sejak pagi hari, suasana kerja di Toko kain brokat Mara di Kecamatan Buon Ma Thuot sudah sangat ramai. Suara alat tenun dan mesin jahit menggema teratur, dengan irama yang akrab di telinga masyarakat desa.

Tanpa pernah mendapatkan pelatihan profesional, H’Loang Mlo, perempuan kelahiran tahun 1996, memulai perjalanannya dengan tekad dan semangat yang kuat. Selain melestarikan kerajinan tradisional, ia juga menghadirkan inovasi dengan memodernisasi kain tenun brokat menjadi gaun pesta, gaun pengantin, jaket, atau berbagai aksesori yang sesuai dengan tren feisyen. Meski bentuk dan gaya mengikuti selera pasar, ia tetap teguh menjaga keaslian setiap motif dan warna tradisional. Hal ini membuat setiap produknya tidak hanya modern tetapi juga tetap kental dengan identitas budaya etnisnya. H’Loang Mlo berbagi pendapat:

Pada masa awal merintis usaha, saya menghadapi banyak kesulitan, terutama tekanan finansial. Ada saat-saat ketika saya merasa tidak mampu lagi melanjutkan usaha ini. Namun berkat pengalaman yang saya timba dari berjualan secara daring (online) serta kepercayaan dan dukungan dari para ibu dan tante, saya mendapatkan tambahan motivasi untuk terus mengatasinya. Sedikit demi sedikit, saya membangun dan mengembangkan usaha ini hingga sekarang. Saat ini, perusahaan telah memiliki 7 karyawan inti, 60 kolaborator, serta 8 bengkel jahit, 8 bengkel tenun, dan 3 bengkel kain. Setiap pekerja memiliki penghasilan yang stabil, mulai dari 3,5 hingga 10 juta VND per bulan”.

Selain mengembangkan kegiatan produksi dan bisnis, H’Loang Mlo juga menciptakan lapangan kerja serta membantu warga yang berada dalam kondisi sulit di komunitasnya. Salah satunya adalah H’Lagi Mlo, seorang mahasiswi tahun kedua di Universitas Tay Nguyen. Berkat bantuan yang penuh perhatian dari H’Loang, ia telah bisa menenun kain brokat tradisional. Dari keterampilan tersebut, ia memperoleh tambahan penghasilan untuk melanjutkan pendidikannya. “Saya berterima kasih kepada kakak H’Loang yang selalu mendampingi dan membantu saya. Sejak bekerja bersama dia, saya semakin memahami nilai dari pakaian tradisional etnis Ede kami. Saya berharap di masa depan akan semakin banyak orang yang mengenal dan mencintai produk kain brokat tradisional etnis Ede kami”.

Dengan motif yang halus, warna-warna yang unik, dan kental dengan identitas budaya, kain brokat tradisional Tay Nguyen semakin menarik perhatian wisatawan, termasuk banyak wisatawan mancanegara. Donovan Fink, seorang wisatawan asal Amerika Serikat, berbagi:

Saya benar-benar terkesan. Pakaian ini sangat nyaman dikenakan, motifnya pun sangat halus dan indah. Saya sangat senang bisa merasakan pengalaman ini. Pakaian ini sangat cantik dan khas. Saya juga ingin membeli satu set untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi keluarga saya agar mereka bisa lebih mengenal budaya ini”.

Hal yang paling membuat H’Loang bahagia adalah melihat kain brokat tradisional semakin sering dikenakan dalam acara pernikahan, lamaran, dan berbagai kegiatan budaya. Ke depannya, ia berencana untuk belajar desain secara formal, sekaligus mendalami seni menjahit dan menenun agar dapat benar-benar memahami serta menyatu sepenuhnya dengan minatnya tersebut.

Di tengah kehidupan modern, anak-anak muda seperti H’Loang Mlo sedang dengan konsisten menjaga nyala api kerajinan tenun ikat tradisional. Dengan kreativitas, ketekunan, dan aspirasi untuk menyebarkan budaya, kain brokat etnis Ede akan terus memperkuat eksistensinya di masa depan - menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai tradisional yang berkelanjutan dengan arus perkembangan zaman.