Setiap penyelenggaraan perayaan atau festival, suara seruling “khèn” Mong kembali bergema di tengah hamparan pegunungan dan hutan luas Provinsi Lai Chau. Suara yang merdu itu juga melestarikan warisan budaya serta mempererat ikatan antargenerasi warga Mong yang hidup di wilayah perbatasan Vietnam.

Masyarakat etnis Mong di Provinsi Lai Chau, dalam keseharian kerja dan produksinya, telah menciptakan berbagai jenis alat musik guna memperkaya kehidupan spiritual mereka. Di antaranya, seruling “khèn” merupakan alat musik yang unik dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya serta kehidupan masyarakat Mong. Alunan “khèn” menjadi ungkapan hati sekaligus tali pengikat kebersamaan masyarakat dalam setiap perayaan dan festival.

Mengenakan busana tenun ikat tradisional yang berwarna-warni, para pemuda dan pemudi etnis Mong larut dalam tarian yang dinamis diiringi tiupan “khèn” yang luwes namun penuh tenaga. Setiap langkah kaki dan putaran tubuh mereka menyiratkan harapan akan kehidupan yang makmur dan bahagia. Vang A Sung, warga Desa Sin Suoi Ho, Kecamatan Sin Suoi Ho, Provinsi Lai Chau, mengungkapkan: “Dulu, seruling “khèn” Mong dimainkan oleh para pemuda dan pemudi sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan cinta. Kami sebagai generasi muda tetap berupaya melestarikan warisan budaya peninggalan leluhur ini agar identitas budaya masyarakat Mong tetap terjaga”.

Bagi masyarakat Mong, “khèn” bukan sekadar alat musik tradisional, melainkan juga suara hati dan jiwa mereka. Hingga kini, mereka masih mewariskan sebuah syair lagu rakyat: Seorang pemuda yang tidak tahu cara memainkan “khèn” ibarat batang jagung yang kerdil. Seorang gadis yang tidak memahami alunan “khèn” ibarat aliran sungai yang kehilangan arah…

Seruling “khèn” Mong terdiri dari enam pipa bambu yang disatukan menjadi satu alat musik, melambangkan enam anggota keluarga yang hidup rukun dan saling menyayangi. Suara “khèn” terkadang nyaring dan merdu, terkadang lembut dan mendalam; terkadang riang, terkadang mendalam dan penuh perasaan. Dalam pesta musim semi, alunan “khèn” menjadi ajakan untuk berkumpul sekaligus jembatan asmara bagi para pemuda pemudi. Sementara dalam berbagai upacara sakral kehidupan, seruling “khèn” hadir sebagai tali penghubung antara masa lalu dan masa kini.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring pesatnya perkembangan sosial-ekonomi, upaya melestarikan dan mengembangkan seni “khèn” Mong di Lai Chau semakin mendapat perhatian. Berbagai kelas pengajaran pembuatan dan pelestarian seruling “Khèn” telah digelar hingga ke tingkat akar rumput. Klub-klub “khèn”Mong pun rutin beraktivitas dan menjadi pilar penting agar alunan “Khèn” terus bergema dari generasi ke generasi. Nguyen Thi Viet Ha, Kepala Departemen Sosial-Budaya Kecamatan Muong Kim, mengatakan: “Pelestarian pengonservasian identitas budaya masyarakat etnis Mong, termasuk seruling “khèn” Mong, merupakan tugas yang sangat penting. Kami telah memberikan masukan kepada Komite Partai dan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kelas pengajaran pembuatan dan pelestarian “khèn”, serta mempertahankan berbagai kegiatan seni dan budaya yang dikaitkan dengan pasar tradisional Ta Mung maupun festival dan berbagai event pariwisata. Melalui upaya tersebut, nilai-nilai budaya masyarakat Mong dapat terus dilestarikan dan disebarluaskan”.

Menurut Tran Manh Hung, Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Lai Chau, pemerintah daerah senantiasa menempatkan pelestarian dan pengembangan identitas budaya berbagai kelompok etnis pada umumnya serta seni “khèn” etnis Mong pada khususnya sebagai salah satu tugas prioritas dalam strategi pengembangan sosial-budaya daerah: “Seni pertunjukan dan pembuatan seruling “khèn” suku Mong telah dimasukkan ke dalam proyek pelestarian serta pengembangan identitas budaya tradisional etnis- etnis lokal. Kami telah menyelenggarakan berbagai kelas pengajaran, festival dan acara seni pertunjukan seruling khèn Mong, yang mendapat sambutan sangat baik dari klub-klub budaya. Ini merupakan nilai budaya unik yang menarik minat masyarakat dan wisatawan saat berkunjung ke pemukiman warga Mong di daerah ini.

Di tengah luasnya pegunungan dan hutan Lai Chau, suara seruling “khèn” etnis Mong tetap bergema setiap musim semi tiba, bagaikan napas hutan yang agung dan pesan leluhur kepada generasi penerus. Melestarikan gema suara seruling “khèn” berarti melestarikan jiwa kelompok etnisnya, sehingga identitas budaya Mong dapat terus bersinar di wilayah perbatasan Tanah Air. Hal ini turut berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal, sekaligus membangun kebudayaan Vietnam yang maju dan kaya akan identitas nasional.