Upacara Kin Khao Ho diselenggarakan pada hari purnama bulan kedelapan kalender imlek Vietnam, yang bertepatan dengan hari purnama bulan kesepuluh menurut kalender tradisional masyarakat Lao. Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari. Upacara ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengucapkan syukur kepada leluhur dan para roh penjaga yang telah memberkahi panen melimpah serta cuaca yang baik. Selain itu, perayaan ini juga menjadi momen mengenang mereka yang telah meninggal dunia, sekaligus saat yang sakral bagi anggota keluarga yang merantau untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga serta berbagi kebahagiaan dengan tetangga dan masyarakat desa. Luong Van Thong, orang yang memahami adat istiadat dan budaya masyarakat Lao di Desa Muong Va, Kecamatan Sop Cop, Provinsi Son La menyatakan:

“Upacara Kin Khao Ho telah diwariskan dari generasi ke generasi dan terus dilestarikan hingga sekarang. Upacara ini hanya diadakan sekali dalam setahun. Sebelum upacara dimulai, setiap keluarga menyiapkan berbagai bahan makanan dan membuat bungkusan persembahan dari daun dong yang disebut ho khao untuk dipersembahkan kepada leluhur, roh sungai, dan roh gunung.”

Setelah persembahan siap, berbagai nampan sesaji ditata dengan khidmat, meliputi: satu nampan di altar leluhur sebagai wujud bakti; satu nampan di tengah rumah untuk arwah keluarga yang telah meninggal. Selain itu, diletakkan pula satu nampan di dekat tungku dapur untuk roh kepala keluarga; satu nampan di altar luar rumah untuk leluhur dari pihak keluarga ibu; satu nampan di koridor rumah untuk roh-roh tanpa tempat bernaung; dan satu nampan di bawah rumah panggung untuk menghormati lumbung padi sebagai sumber kehidupan keluarga. Luong Van Thong menambahkan:

“Doa-doa dalam upacara ini berisi ungkapan syukur dan permohonan berkah. Isinya menceritakan hasil panen dan berbagai hasil kerja keturunan yang dipersembahkan kepada leluhur, sekaligus mengundang para leluhur untuk menikmati persembahan tersebut. Harapannya agar keluarga hidup sejahtera, panen melimpah, segala urusan berjalan lancar, serta terhindar dari musibah dan penyakit.”

Setelah kepala keluarga menyelesaikan ritual persembahan, seluruh anggota keluarga baru dapat menikmati hidangan bersama. Sesaji tetap dibiarkan di altar dan tempat-tempat persembahan selama sekitar satu jam sebelum diturunkan.

Saat waktu menurunkan sesaji tiba, dilakukan ritual membuka bungkusan persembahan yang disebut Kin Khao Ho. Ritual ini dapat dipimpin oleh kepala keluarga atau anak laki-laki maupun perempuan dalam keluarga. Sebelum membuka bungkusan, setiap orang mengangkat cawan arak sebagai simbol menerima berkah dari leluhur. Setelah itu, masing-masing menerima satu bungkusan persembahan.

Tradisi membuka bungkusan ini juga disertai permainan tebak-tebakan yang meriah. Seorang juri, biasanya orang yang ikut menyiapkan bungkusan persembahan, akan menanyakan berapa banyak jenis makanan yang ada di dalam bungkusan. Orang yang membuka harus menghitung dan mencocokkannya. Jika jawabannya benar, ia mendapat hadiah satu cawan arak. Namun, jika kurang atau lebih, ia harus menerima “hukuman” berupa lima cawan arak. Suasana pun menjadi semakin semarak dengan tawa dan keceriaan yang memenuhi rumah-rumah panggung.

Nguyen Mai Huong, wisatawan asal Hanoi yang pernah mengikuti Perayaan Kin Khao Ho, mengatakan:

Saya sangat terkesan bisa mengikuti Perayaan Kin Khao Ho di Muong Va. Dalam satu nampan persembahan terdapat bungkusan nasi yang memadukan berbagai hasil terbaik dari alam. Ketan, daging, ikan, buah-buahan ditata sangat indah. Menurut saya, pemandangan seperti ini sulit ditemukan di tempat lain.

Desa Muong Va, Kecamatan Sop Cop, Provinsi Son La memiliki 450 kepala keluarga dengan sekitar 1.790 penduduk, di mana 76 persen di antaranya merupakan etnis Lao. Selain terus melestarikan bahasa dan aksara tradisional mereka, masyarakat Lao di sini juga menjaga berbagai nilai budaya leluhur, termasuk Perayaan Kin Khao Ho. Lo Van Thinh, Sekretaris sekaligus Kepala Desa Muong Va, mengatakan:

“Upacara Kin Khao Ho sangat dihargai oleh masyarakat etnis Lao dan tidak pernah terlewatkan setiap tahun. Karena itu, pengelola desa, pengurus Partai, dan pemerintah setempat juga sangat memperhatikan pelestarian perayaan ini. Ke depan, kami akan menyelenggarakannya dalam skala yang lebih besar agar masyarakat dari berbagai daerah di dalam maupun luar provinsi semakin mengenal upacara Kin Khao Ho masyarakat Lao Muong Va. Melalui kegiatan ini, persatuan antar-etnis semakin kuat dan masyarakat semakin semangat bekerja serta mengembangkan perekonomian.”

Upacara Kin Khao Ho tidak hanya merupakan tradisi yang indah, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan keluarga, garis keturunan, dan komunitas desa masyarakat Lao. Tradisi ini turut memperkaya keragaman budaya dan identitas etnis di Vietnam.