Ban Van Duc- Seorang Artisan Unggul yang Lestarikan Budaya Tradisional Warga Etnis Minoritas Dao

(VOVWORLD) - Di Kecamatan Van Ho, Kabupaten Van Ho, Provinsi Son La, Vietnam Utara, Bapak Ban Van Duc dihormati dan dipanggil  dengan hormat oleh warga daerah setempat sebagai guru, karena dia adalah orang yang berpengetahuan tinggi, memiliki dan menyimpan banyak buku dengan huruf kuno dari warga etnis minoritas Dao. Dia juga menghabiskan waktunya untuk meneliti dan mengajarkan aksara Nom Dao kepada masyarakat, dengan harapan bahwa pengetahuan kuno yang dimiliki warga etnis Dao tidak punah.
Ban Van Duc- Seorang Artisan Unggul yang  Lestarikan Budaya Tradisional Warga Etnis Minoritas Dao - ảnh 1Bapak Ban Van Duc asyik meneliti aksara Nom Dao (Foto: VOV)

Sebagai murid dari pendiri marga Ban, sebuah marga dari warga Dao Tien di Van Ho, Provinsi Son La, diberi pengakuan dewasa, diajar  dan diwarisi oleh pendiri marganya, sejak kecil Bapak Ban Van Duc sudah asyik membaca halaman-halaman buku kuno. Lahir pada 1968, hingga sekarang Bapak Duc sudah memiliki hampir 30 buku yang ditulis dalam aksara Nom Dao, banyak diantaranya berusia ratusan tahun. Selama 20 tahun terakhir, setiap tahun Bapak Ban Van Duc membuka 2 hingga 3 kursus gratis,  masing-masing memiliki  30 -80 siswa.

“Saya selalu berpikir-pikir dan berharap agar semua warga etnis Dao harus tahu berbicara bahasa etnis Dao, membaca dan menulis aksara Dao Nom, tahu menyanyikan lagu-lagu rakyat Dao supaya memahami asal usulnya. Oleh karena itu, selama 20 tahun terakhir, saya membuka kursus-kursus mengajar aksara Nom Dao. Meskipun semua kursus itu diadakan pada malam hari, tetapi warga sangat mendukung. Semua orang senang hati dan percaya diri untuk bisa belajar bahasa, aksara, dan lagu-lagu rakyat etnisnya. Itulah motivasi bagi saya untuk terus berupaya lebih lanjut dalam mengajarkan aksara Nom Dao kepada masyarakat.” 

Dengan pengetahuan tentang aksara Nom Dao yang dipelajari sejak kecil, Bapak Ban Van Duc diri sendiri mencari tahu tentang pengetahuan dan budaya warga etnis minoritas Dao melalui halaman-halaman buku. Isi buku kuno mendalam tetapi sangat luas, sehingga dia membagikannya menjadi bagian-bagian yang kecil agar mudah dibaca, mudah dimengerti dan mudah diingat. Kemudian dia menyusun buku secara ilmiah untuk mengajar. Hanya beberapa bulan diajar Bapak Duc, para siswa bisa membaca dan menulis aksara Nom Dao dengan bagus. Trieu Van Hong, di Kecamatan Chieng Yen, Kabupaten Van Ho, seorang murid dari Bapak Duc menceritakan:

“Pak Guru Ban Van Duc sepenuh hati demi identitas budaya etnis minoritas Dao. Dengan banyak usaha, sekarang dia telah memiliki banyak proyek penelitian dan telah diakui oleh Negara sebagai Artisan Unggul. Saya sendiri seorang muridnya sejak berusia 10 tahun. Bagi saya, dia sangat bertanggung jawab terhadap muridnya, dan dengan sepenuh hati  mengajar  baik huruf maupun cara berperilaku, belajar menjadi manusia kepada muridnya. Banyak muridnya sudah mencapai sukses dalam kehidupan”.. 

Bisa membawakan 63 lagu rakyat etnisnya, Bapak Ban Van Duc juga mengajarkan lagu-lagu rakyat secara gratis kepada banyak orang yang mencintai budaya etnis Dao di beberapa kecamatan di dalam dan di luar kabupaten. Banyak warga etnis Dao yang diajar Bapak Duc sekarang sudah  bisa menyanyikan lagu-lagu rakyat etnis Dao. Tang Quoc Khanh, di Kecamatan Tan Lap, Kabupaten Moc Chau, berbicara tentang gurunya: 

“Pak Guru Duc sangat antusias dengan adat istiadat etnis minoritas Dao. Tradisi budaya Dao tidak bisa ditinggalkan. Dulu saya ikut serta dalam kursus belajar nyanyian dendang sayang yang terdiri dari 40 orang, hanya belajar menyanyi pada Sabtu malam,  tetapi diajar Pak Guru Duc dengan cermat. Terima kasih banyak atas antusiasmenya untuk melestarikan identitas budaya etnis minoritas Dao”. 

Tidak hanya mengajar di daerahnya, tetapi Bapak Ban Van Duc juga aktif ikut mengajarkan aksara Nom Dao kepada masyarakat Dao di beberapa provinsi di luar Provinsi Son La. Pada 2012, Pusat Demi Pembangunan Berkelanjutan di Daerah Pegunungan, dibawah Asosiasi Ilmu Pengetahuan Teknik Vietnam didirikan, dengan anggota adalah warga etnis Dao dari 7 provinsi, yaitu: Nghe An, Son La, Hoa Binh, Yen Bai, Bac Giang, Thanh Hoa, Quang Ninh. Bapak Ban Van Duc terpilih menjadi anggota Badan Pimpinan Pusat tersebut. Kursus bahasa Dao yang pertama diajar oleh Pak Guru Duc di Kecamatan Tan Son, Kabupaten Mai Chau, Provinsi Hoa Binh. Bapak Ban Van Duc mengatakan: 

“Saya akan terus berupaya lebih lanjut dalam mengajarkan aksara Nom Dao kepada masyarakat etnis Dao dan orang-orang yang ingin belajar menyanyi lagu rakyat Dao. Saya mendapat persetujuan dan dukungan dari pimpinan untuk membuka kursus mengajar aksara Nom Dao. Namun, karena sekarang aksara Nom di Provinsi Son La belum disetujui untuk diberikan sertifikat. Saya menginginkan  agar pimpinan provinsi terus menciptakan kondisi kondusif untuk melaksanakan proyek pengakuan dan pemberian sertifikat kepada para pegawai negeri dari tingkat kecamatan ke atas dan orang-orang yang ingin belajar aksara Nom Dao seperti di beberapa daerah lainnya”.

Ban Van Duc- Seorang Artisan Unggul yang  Lestarikan Budaya Tradisional Warga Etnis Minoritas Dao - ảnh 2Bapak Ban Van Duc membuka kelas mengajarkan aksara Nom Dao kepada masyarakat (Foto: VOV)

Bapak Luong Van Hung, Sekretaris Komite Partai Kecamatan Van Ho, Kabupaten Van Ho, Provinsi Son La, memberitahukan bahwa warga etnis Dao di kecamatan tersebut sekarang tengah melaksanakan dengan baik penjagaan dan pelestarian identitas budaya etnisnya, khususnya aksara. Hasil itu tidak bisa tidak menyebut kontribusi yang diberikan Bapak Ban Van Duc: 

“Bapak Ban Van Duc adalah orang yang sangat berpengetahuan luas dan melestarikan dengan baik identitas budaya etnis minoritas Dao. Dengan tanggung jawab terhadap etnisnya, meskipun dia tidak  diberikan duit untuk mengajar, tapi dia sangat  aktif mengajar di kursus. Selain etnis minoritas Dao, kami berharap agar etnis-etnis yang lain akan terus mengembangkan dan melestarikan dengan baik bahasa dan aksaranya; mengembangkan adat istiadat yang baik agar kehidupan ekonomi masyarakat terjamin dan kental dengan identitas budaya etnisnya”. 

Dengan asyik melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan pengetahuan kuno  warga etnis Dao, Bapak Ban Van Duc mendapat kehormatan untuk dianugerahi gelar Artisan Unggul oleh Presiden Negara. Penghargaan bernilai itu menjadi motivasi bagi dia untuk terus menjaga jiwa nilai-nilai budaya dan pengetahuan kuno etnisnya hidup untuk selama-lamanya.

Komentar

Yang lain