Warga Etnis Minoritas Muong di Provinsi Hoa Binh Melestarikan Bahasa Ibunya

(VOVWORLD) - Setiap etnis memiliki bahasa dan aksaranya sendiri. Dalam dunia yang integratif, pelestarian bahasa dari masing-masing etnis kian  diperlukan untuk melestarikan  identitas budaya etnis-etnis. Komunitas warga etnis minoritas Muong di Provinsi Hoa Binh tengah berupaya melestarikan bahasa Muong untuk anak cucunya di kemudian hari melalui kegiatan-kegiatan pengajaran budaya rakyat etnis minoritas Muong di kalangan masyarakat.
Warga Etnis Minoritas Muong di Provinsi Hoa Binh Melestarikan Bahasa Ibunya - ảnh 1Warga etnis minoritas Muong selalu menggunakan "Mo" dalam ritual-ritual (Foto: baodantoc.vn)

Warga etnis minoritas Muong memiliki budaya yang kaya raya, unik, dan dilestarikan sampai dewasa ini, terutama dengan cara dari mulut ke mulut di kalangan masyarakat. Sejak lama, warga etnis minoritas Muong berkesadaran membuat satu perangkat aksara sendiri untuk menuliskan aksara leluhur mereka. Saat ini, mereka masih menyimpan beberapa bahan-bahan kuno yang menggunakan aksara Han untuk mencatat bahasa Muong. Setelah tahun 1945, Vietnam secara resmi menggunakan aksara latin untuk menulis bahasa nasional. Sejak saat itu pula, kalangan intelektual etnis Muong mulai menggunakan aksara latin untuk menjelaskan dan menulis bahasa Muong. Hasilnya, ribuan kalimat sajak Mo Muong berhasil dikoleksi, banyak hasil cetakan diterbitkan dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat, turut melestarikan bahasa Muong dalam kehidupan masyarakat.

Mo Muong benar-benar merupakan satu pusaka budaya yang unik, mencerminkan konsep tentang kehidupan manusia dan alam semesta dari warga etnis Muong, mengandung banyak makna pendidikan bagi masyarakat, dan menunjukkan secara jelas nilai tentang bahasa dan aksara warga etnis minoritas Muong. Menurut statistik, ada hingga 23 ritual warga etnis minoritas Muong yang dilakukan dengan menggunakan Mo. Peran seorang Mo terkait dengan siklus hidup manusia: dari saat seorang anak lahir, Mo berdoa agar anak itu banyak makan, cepat dewasa. Ketika sakit, arwahnya tersesat, Mo berdoa agar anak itu sehat, tangkas, dan cerdas. Ketika sudah tumbuh mendewasa, atau ketika sakit, Mo melaksanakan upacara ritual untuk mengusir kemalangan dan roh jahat. Peran Mo juga ditunjukkan melalui acara pernikahan, atau upacara merayakan rumah baru, upacara mendoakan kesehatan, kedamaian, dan sebagainya. Dalam komunitas masyarakat saat ini, ada banyak individu yang telah dan sedang berupaya untuk melestarikan budaya kuno yang mengekspresikan secara jelas bahasa Muong tersebut. Bapak Dinh Cong Tien, seorang seniman Mo Muong di Kabupaten Tan Lac, Provinsi Hoa Binh, mengatakan:

“Saya belajar menjadi seorang Mo ketika saya memegang jabatan sebagai ketua koperasi. Saat itu, saya telah memasukkan semua tulisan Mo Muong dari tahun 1971 dan 1972 ke dalam buku. Semuanya diwariskan oleh pendahulu dalam bentuk dari mulut ke mulut, tidak ditulis dalam buku, tetapi sekarang sudah ada aksara, jadi lebih mudah dipelajari. Saya belajar, mendengarkan, mencantumkan, dan mengikuti orang-orang tua untuk melakukan praktis sehingga Mo itu mudah saya dapatkan. Mo Muong adalah pusaka budaya warga etnis minoritas Muong”.

Bahasa Muong hidup selama-lamanya tidak hanya bersama Mo Muong saja, tetapi juga bersama budaya etnis Muong pada umumnya, dan dalam lagu-lagu rakyat warga etnis minoritas Muong pada khususnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan nilai lagu rakyat Muong pada khususnya dan identitas budaya etnis Muong pada umumnya telah hidup kembali di kalangan masyarakat. Pada 2017, untuk pertama kalinya klub pelestarian identitas budaya etnis Muong dibentuk di dusun Ngoi, Kecamatan Suoi Hoa, Kabupaten Tan Lac, Provinsi Hoa Binh. Pada 2019, ada lagi satu klub pelestaruab identitas budaya tradisonal lainnya yang dibentuk di dusun Dinh, Kotamadya Man Duc. Klub-klub tersebut mendorong kuat kegiatan mengajar seni menabuh gong, lagu-lagu rakyat, tarian rakyat, nyanyian dendang sayang, menjaga busana tradisional, melestarikan identitas budaya warga etnis minoritas Muong melalui bahasa lisan.

Warga Etnis Minoritas Muong di Provinsi Hoa Binh Melestarikan Bahasa Ibunya - ảnh 2Satu festival warga etnis Muong pada 2020 (Foto: baohoabinh.com.vn)

Menurut seniman Bui Thi Mien, orang yang langsung mengajar lagu rakyat Muong di klub dusun Dinh, pembelajaran lagu rakyat Muong semakin menyerap perhatian banyak orang di berbagai usia. Banyak orang lanjut usia juga ingin berpartisipasi untuk lebih memahami melodi-melodi etnis dan kampung halaman. Khususnya, setelah setiap kursus, para pelajar semuanya bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan yang sudah mereka pelajari, turut mendekatkan lagu-lagu rakyat dengan kehidupan, meningkatkan kualitas gerakan seni dan budaya di tingkat  basis serta kehidupan kultural dan spiritual masyarakat, menyebarkan bahasa Muong lebih jauh di kalangan masyarakat setempat. Seniman Bui Van Yeu, Kabupaten Tan Lac, Provinsi Hoa Binh, mengatakan:

“Nyanyian-nyanyian rakyat seperti “đúm” atau “ví” sudah terukir secara mendalam di bawah sadar orang Muong. Karena itu berasal dari pekerjaan nyata, seperti hari haul, hari pernikahan, festival atau pekerjaan warga etnis Muong. Hanya ada satu yang saya khawatir yaitu pada suatu waktu, ketika kebudayaan Barat masuk, kebudayaan tradisional akan berangsur-angsur hilang. Oleh karena itu, apabila ada orang pun yang ingin belajar, saya siap mengajar untuk melestarikan kebudayaan tradisional warga etnis Muong”.

Saat ini, di Provinsi Hoa Binh, lebih dari 63% jumlah penduduk adalah etnis minoritas Muong. Meskipun komunitas warga etnis minoritas Muong, khususnya para seniman, dari dulu hingga sekarang telah berupaya keras untuk melestarikan bahasa dan aksara Muong, namun pada latar belakang dewasa ini, pelestarian dan pengajaran pusaka nonkebendaan, yaitu bahasa dan aksara warga etnis Muong dianggap sebagai pekerjaan yang mendesak dan rutin. Bersama seniman dan komunitas warga etnis Muong yang aktif melestarikan bahasa ibunya mereka melalui budaya rakyat, Provinsi Hoa Binh telah memberlakukan Proyek "Mengajar dan belajar bahasa dan aksara etnis Muong", membuka banyak harapan untuk melestarikan identitas budaya etnis setempat serta mengembangkan potensi dan keunggulan internal dalam identitas budaya etnis minoritas Muong./.

Komentar

Yang lain