Vietnam sedang memasuki tahap pembangunan baru dengan peluang dan tantangan yang silih berganti. Tuntutan yang diajukan tidak hanya pertumbuhan yang cepat, tetapi pertumbuhan yang tepat sasaran, yaitu demi manusia dan mengabdi manusia.

Semua prestasi pada akhirnya harus milik rakyat

Sekjen To Lam menegaskan bahwa semua kebijakan, semua proyek dan semua sumber daya investasi harus menciptakan nilai substansial bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan, mempersempit kesenjangan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan menjamin hak serta kepentingan yang sah dan layak dari semua lapisan akyat.

Pertumbuhan bukanlah target pembangunan itu sendiri. Target pembangunan terakhir adalah memperbaiki kehidupan masyarakat.

Praktik menunjukkan bahwa ketika pertumbuhan dikaitkan dengan jaring pengaman sosial dan pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan, pencapaian pembangunan akan memiliki fondasi sosial yang lebih kokoh. Menurut pengumuman Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam pada 16 Maret 2026, prosentase kemiskinan multidimensi pada tahun 2025, berdasarkan standar kemiskinan multidimensi pada periode 2022-2025, mencapai 2,95%, merosot secara tajam dibandingkan dengan tahun 2024 (sebesar 4,06% pada tahun 2024). Ini merupakan pencapaian yang patut dicatat.

Namun pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan tidak hanya mengurangi prosentase saja, tetapi juga memperluas peluang untuk mendekati layanan dasar, meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap risiko dan mencegah kemiskinan kembali ketika terdapat gejolak baru.

Dengan semangat tersebut, saran Sekjen To Lam untuk segera menyusun Resolusi tentang model pembangunan nasional untuk periode yang baru berdasarkan sains teknologi, inovasi kreatif, dan transformasi digital. Hal ini memiliki makna yang sangat penting. Ketika pendorong pertumbuhan tradisional mencapai batasnya, pendorong baru haruslah bersumber dari pengetahuan, teknologi, data, inovasi kreatif, kapasitas tata kelola, dan kualitas kelembagaan. Hanya ketika fokus pembangunan bergeser ke fondasi-fondasi tersebut, pertumbuhan tinggi dapat berkelanjutan, lebih mandiri, dan lebih terintegrasi ke dalam kehidupan sosial.

Pertumbuhan berjalan seiring dengan kualitas kehidupan

Dalam proses pembaruan, Partai Komunis Vietnam selalu menetapkan pengembangan ekonomi sebagai tugas utama. Selama bertahun-tahun, Vietnam telah mencapai keberhasilan penting tentang pertumbuhan ekonomi, sehingga menjadikan Vietnam sebagai salah satu perekonomian yang berkembang secara dinamis di kawasan. Namun, praktik juga menunjukkan bahwa jika hanya mengejar laju pertumbuhan tanpa memperhatikan kualitas dan distribusi pencapaian secara menyeluruh, pertumbuhan tersebut akan stagnan dan berpotensi menimbulkan banyak konsekuensi sosial.

Partai Komunis Vietnam menetapkan: tidak mengejar pertumbuhan dengan segala cara. Suatu perekonomian yang kuat harus merupakan perekonomian yang melayani kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyatnya. Semua kebijakan dan semua sumber daya investasi harus diarahkan untuk menciptakan nilai substansial bagi masyarakat. Hal ini menuntut perubahan mendasar dalam polar pikir penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, yaitu: tidak hanya memperhatikan skala investasi, tetapi harus menilai efisiensi sosial, tidak hanya memperhatikan kepentingan ekonomi dalam waktu mendesak, tetapi harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan. Suatu proyek dianggap berhasil bukan hanya karena berkontribusi pada PDB, tetapi juga karena menciptakan lapangan kerja yang stabil, meningkatkan pendapatan, memperbaiki kondisi hidup, dan memberikan peluang pembangunan kepada masyarakat setempat.

Profesor Muda, Doktor Nguyen Viet Thong menilai:

“Pandangan Partai telah ditegaskan secara konsisten, yaitu pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keadilan dan kesetaraan sosial, penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan hak pendidikan bagi semua warga”.

Konsistensi dengan pertumbuhan demi kepentingan rakyat dan keadilan sosial merupakan prinsip yang menunjukkan orientasi sosialis perekonomian. Memahami dan melaksanakan pandangan ini secara konsekuen menjadi kunci bagi Vietnam untuk mencapai laju pertumbuhan yang pesat, sekaligus membangun masyarakat yang adil, beradab dan bahagia./.