Para utusan peserta forum AFF 2025 (Foto: nhandan.vn)

Selaku negara pengamat dan sedang berada dalam proses menjadi anggota lengkap dalam ASEAN, untuk pertama kalinya menghadiri Forum Masa Depan ASEAN, Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta menegaskan:

ASEAN telah membuktikan satu kawasan yang bersatu, merupakan lem yang mengaitkan negara-negara dengan kebudayaan, sistem politik, agama dan bahasa yang beraneka, dari situ memainkan peranan menentukan dalam menjaga perdamaian, kerja sama dan persahabatan di kawasan dan di dunia. Kisah dari Vietnam merupakan ilham kepada kami untuk menekuni peta jalan, mencapai target segera bergabung pada ASEAN pada tahun ini”.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Kao Him Hourn mengajukan bahwa lebih dari pada yang sudah-sudah, ASEAN harus mengubah visi menjadi tindakan di tengah-tengah dunia yang mengalami gejolak, mempertahankan prinsip konsensus dan solidaritas intra-kawasan.

“Kami mengapresiasi upaya Vietnam dalam mempertahankan motivasi penyelenggaraan Forum Masa Depan ASEAN, melalui itu turut membangun Komunitas ASEAN yang mandiri, inovatif, menganggap manusia sebagai sentral, AFF 2025 akan menemukan langkah bagi semua tantangan tidak kecil yang dihadapai ASEAN, dari krisis geo-politik, teknologi baru muncul sampai perubahan iklim dan sebagainya”.

Sementara itu, ketika menekankan keterkaitan antara Eropa dan Asia Tenggara, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menegaskan bahwa hubungan ASEAN-Uni Eropa semakin lebih erat, terutama setelah forum ini. Menyatakan dukungan terhadap forum ini, Wakil Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amina J. Mohammed menyatakan memperkokoh kekuatan intra-kawasan membantu ASEAN berkembang secara komprehensif dan berkesinambungan.