APEC-22 : Sepakat mendorong konektivitas ekonomi di kawasan

(VOVworld) – Pada Selasa sore (11 November), di Beijing, ibukota Tiongkok, Konferensi Tingkat Tinggi  (KTT) ke-22  Forum kerjasama ekonomi Asia-Pasifik (APEC) memulai hari kerja ke-2 dengan sidang-sidang pleno.

Dalam sidang pleno yang pertama, pemimpin dari 21 perekonomian anggota APEC berbahas tentang isi: “Mendorong konektivitas ekonomi di kawasan”, salah satu diantara tiga kerjasama prioritas dari APEC pada tahun 2014. Para pemimpin sepakat memperkuat upaya untuk terus mempertahankan peranan APEC sebagai forum penting utama dalam upaya membantu pertumbuhan ekonomi, mempertahankan kesejahteraan dan mendorong lingkungan perdagangan dan investasi yang terbuka di Asia-Pasifik. Presiden Tiongkok, Xi Jinping memberitahukan bahwa Tiongkok memberikan sumbangan sebanyak 10 juta USD untuk melaksanakan semua proyek APEC tentang meningkatkan kemampuan para anggota yang sedang berkembang.

APEC-22 : Sepakat mendorong konektivitas ekonomi di kawasan - ảnh 1
Para penjabat senior dalam APEC 22 
(Foto : VOV)

Hadir  dan membacakan pidato di sidang ini, Presiden Vietnam, Truong Tan Sang menegaskan bahwa Vietnam menilai tinggi dan sepenuhnya mendukung pengesahan semua langkah memperkuat penggelaran Paket Komitmen Bali, semua langkah untuk memudahkan dan meliberalisasikan perdagangan dan investasi. Presiden Truong Tan Sang meminta agar untuk menjamin konektivitas kawasan secara efektif, semua negara anggota perlu mengkonektivitaskan secara erat semua upaya konektivitas dengan internal pengembangan yang berkesinambungan, melaksanakan semua Target Milenium dan menyusun agenda pengembangan pasca tahun 2015 dan semua upaya menghadapi tantangan-tantangan global. Bersamaan itu, APEC perlu terus memperkuat kerjasama ekonomi-teknik dan membantu meningkatkan kemampuan semua anggota yang sedang berkembang, khususnya dalam masalah ekonomi, perdagangan generasi baru.

Ketika menonjolkan semua prestasi Vietnam dalam mendorong kerjasama APEC dan konektivitas di kawasan, Presiden Vietnam, Truong Tan Sang menegaskan bahwa Vietnam sedang menjadi salah satu inti aktif di Asia Tenggara dan menjadi jembatan penghubung bagi semua perekonomian ASEAN di daratan dan ASEAN di kepulauan. Ketika menyelesaikan 15 Perjanjian perdagangan bebas pada tahun 2020, Vietnam akan menjadi satu mata rantai penting dalam jaringan konektivitas ekonomi yang luas, diantaranya ada 18 anggota APEC. Ini adalah fundasi dasar bagi Vietnam untuk bersama dengan semua anggota APEC meningkatkan konektivitias di kawasan, menjunjung posisi forum APEC dalam satu Asia-Pasifik yang damai, stabil, berkembang dan sejahtera.

Pada Selasa sore (11 November),  para pemimpin  APEC berbahas tentang tema: “Memperhebat konektivitas menyeluruh dan mengembangan insfrastruktur” diantaranya ditekankan makna pentingnya memperkuart konektivitas menyeluruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi,  memperhebat  konektivitas  maritim dan penerbangan, melakukan kerjasama dan saling membantu, mendorong kesejahteraan dan semangat komunitas di Asia-Pasifik. Pada sidang ini, Presiden Vietnam,  Truong Tan Sang  meminta kepada para anggotanya supaya  memperhatikan kerjasama dalam menghadapi tantangan-tantangan global, membantu meningkatkan kemampuan anggota-anggota sedang berkembang, memperhebat kerjasama pendidikan dan pelatihan, memperkuat  kerjasama publik dan swasta, mengembangkan peranan badan-badan usaha.

Segera setelah itu, pada sesi perbahasan pleno tentang tema: “Perkembangan yang kreatif, reformasi dan pertumbuhan ekonomi”, para pemimpin APEC  menegaskan  akan mendukung semua upaya mendorong restrukturisasi ekonomi dan mengupgrade cabang-cabang tradisional, memanfaatkan potensi-potensi pertumbuhan ekonomi baru. Presiden Truong Tan Sang memberitahukan: Vietnam sedang menggelarkan secara kuat restrukturisasi perekonomian dan  memindah pola pertumbuhan menurut arah yang berkesinambungan, bersamaan itu menegaskan bahwa Vietnam akan terus berjalan seperjalanan dengan para anggota-nya mendorong perkembangan yang kreatif, reformasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam mengakhiri semua sesi perbahasan,  KTT ke-22 APEC mengesahkan dua Pernyataan dari para pemimpin APEC tentang “Agenda Beijing demi satu Asia-Pasifik yang terkait, kreatif dan terkonektivitas”. Bersama dengan itu ialah empat naskah tentang “Peta jalan Beijing tentang sumbangan APEC terhadap pelaksanaan Zona Perdagangan Bebas Seluruh Asia-Pasifik”  (FTAAP), “Rencana  Strategis APEC tentang  mendorong kerjasama  dan perkembangan  rangkaian-rangkaian nilai global”, “Permufakatan APEC  tentang perekmbangan yang kreatif, reformasi ekonomi dan pertumbuhan” dan “Rencana induk tentang konektivitas APEC tahapan 2015-2025”.

KTT ke-22  APEC  berakhir secara baik dengan sidang penutupan pada Selasa sore (11 November), menyampaikan pesan yang kuat tentang tekad  dan upaya  dari semua perekonomian anggotanya demi satu Asia-Pasifik yang terkait, kreatif dan terkonektivitas, turut meningkatkan posisi APEC dan mempertahankan peranan kawasan Asia-Pasifik  sebagai tenaga pendorong pertumbuhan ekonomi global. KTT ke-23 APEC akan diselenggarakan di  Filipina pada tahun 2015.

Pada Selasa malam (11 November), Presiden Vietnam, Truong Tan Sang  meninggalkan ibukota Beijing, pulang kembali ke Tanah Air, mengakhiri dengan baik kehadirannya pada KTT ke-22  APEC./.



Berita Terkait

Komentar

Yang lain