Kerusakan akibat konflik di Beit Lahia, Jalur Gaza. (Foto: Xinhua/VNA) |
Pernyataan tersebut dikeluarkan Presiden AS ketika menjawab pertanyaan seorang wartawan pada jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, di Gedung Putih, pada tanggal 12 Maret. Pemberitahuan terkini dari Presiden Donald Trump bertentangan dengan rekomendasi sebelumnya tentang rencana AS untuk mengambil alih Jalur Gaza, mengungsikan orang Palestina ke Mesir dan Yordania serta mengubah tanah sempit di sepanjang Laut Tengah ini menjadi “Riviera di Timur Tengah”.
Rekomendasi tersebut dikeluarkan Presiden AS dalam tahapan pertama dari kesepakatan gencatan senjata yang tipis antara Israel dan Gerakan Islam Hamas, sehingga menimbulkan gelombang protes di seluruh dunia. Komunitas internasional merasa khawatir bahwa rencana pemimpin Gedung Putih akan membuat orang Palestina diusir dari kampung halamannya untuk selama-lamanya.

