Ketika menjawab wawancara pers mengenai hasil kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Le Hoai Trung menyatakan bahwa kunjungan tersebut ditetapkan oleh kedua belah pihak sebagai kegiatan diplomatik terpenting dalam hubungan Vietnam-Tiongkok pada tahun 2026. Kedua pemimpin tertinggi dari kedua Partai dan kedua negara menyepakati dan mencapai pemahaman bersama yang penting mengenai orientasi pengembangan hubungan Vietnam-Tiongkok ke level yang baru.

Secara politik, kedua belah pihak sepakat memperkuat kunjungan dan kontak tingkat tinggi antara para pemimpin kedua Partai dan Negara. Kedua belah pihak sepakat untuk menghubungkan kedua perekonomian; mendorong langkah-langkah praktis untuk mengembangkan perdagangan dan investasi. Kedua pemimpin juga berkomitmen untuk bekerja sama erat dalam meneliti dan segera memulai pembangunan proyek jalan kereta api, memfasilitasi penyelesaian prosedur kepabeanan terhadap barang ekspor kedua negara. Pada kesempatan ini, Vietnam dan Tiongkok telah menandatangani 32 dokumen kerja sama di berbagai bidang, seperti diplomatik, perkeretaapian, sains dan teknologi, dll.

Menlu Le Hoai Trung menegaskan bahwa kunjungan Kenegaraan Sekjen sekaligus Presiden Vietnam, To Lam beserta Istri ke Tiongkok sangat sukses, mencapai prestasi yang kaya dan bermakna besar dalam menciptakan lebih banyak dasar penting bagi pembangunan Vietnam serta meningkatkan hubungan Vietnam-Tiongkok ke level baru.