Hamas menyerahkan sandera Israel kepada Komite Palang Merah Internasional di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, 22 Februari 2025. Foto: REUTERS/VNA |
Sementara itu, pada Rabu malam (26 Februari), pasukan Hamas dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk mengembalikan mayat empat sandera Israel dan membebaskan 602 tahanan Palestina, sebelum tahap pertama berakhir. Setelah menerima para sandera, Pemerintah Israel, pada Kamis sore (27 Februari) mengumumkan mengirimkan perwakilan ke Kairo (Mesir) untuk melanjutkan pembahasan-pembahasan. Namun, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan bahwa negaranya mengirimkan delegasi ke Kairo untuk menyurvei kemungkinan perundingan, tidak mengonfirmasikan perundingan tentang tahap ke-2.
Perundingan tentang tahap ke-2 ditetapkan akan berlangsung sejak tgl 3 Februari, tetapi terus-menerus ditunda selama hampir sebulan ini. Sekarang perundingan-perundingan tentang tahap ke-2 masih belum berlangsung. Israel merekomendasikan solusi untuk Hamas bahwa setelah menyelesaikan pengembalian sandera sesuai tahap pertama, yang terdiri dari: Hamas harus melucuti senjata, pemimpinnya harus mengasingkan diri atau menyerahkan hak kontrol atas Jalur Gaza. Jika Hamas menerima salah satu syarat ini, kedua pihak akan melakukan perundingan tahap ke-2 kesepakatan dan saat itu, semua sandera akan dibebaskan, konflik pun dihentikan. Sebaliknya, jika Hamas menghentikan gencatan senjata, konflik akan merebak kembali.

