Gerak-gerik ini dikeluarkan setelah Gerakan Hamas, pada hari yang sama menyatakan penundaan pertukaran sandera dan tahanan yang direncnakan dilakukan pada 15 Februari. Menurut gerakan ini, penundaan dianggap sebagai “pesan peringatan” untuk menimbulkan tekanan untuk memaksa Israel menaati secara serius semua ketentuan yang telah didiskusi.
Yang patut diperhatikan, Gerakan Hamas secara proaktif mengumumkan keputusan ini secara lebih dini 5 hari dibandingkan dengan rencana untuk menciptakan syarat tentang waktu bagi semua pihak mediator untuk melakukan intervensi dan tekanan terhadap Israel. Gerakan ini juga menekankan bawah mereka telah melaksanakan secara lengkap dan tepat waktu semua kewajibannya dalam kesepakatan ini.
Ketika berbicara di depan kalangan pers pada tgl 10 Februari, Presiden Donald Trump memperingatkan semua dampak serius apabila semua sandera di Jalur Gaza tidak dibebaskan pada siang hari Sabtu mendatang. Bersamaan itu memberitahukan bisa menghentikan bantuan bagi Jordania dan Mesir apabila mereka tidak menerima para pengungsi Palestina yang dievakuasi dari Jalur Gaza.
Pada hari yang sama, Kantor Komisaris HAM dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas situasi para orang yang ditahan ketika foto-foto tentang sandera Israel dan tahanan Palestina baru-baru ini yang memperlihatkan tanda yang sangat dikhawatirkan tentang situasi perrlakuan yang tidak baik dan mal-nutrisi yang serius di keluar dua belah pihak.
