Pernyataan tersebut merilis kata-kata Juru bicara Hamas, Abdel Latif Al-Qanou yang menekankan perihal Israel “tidak mematuhi rencana pelaksanaan gelombang pembebasan tahanan ke-7 sesuai dengan kesepakatan pertukaran pada saat yang telah disepakati merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan ini”, bersamaan itu mencela Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melaksanakan “taktik menunda dan menghalangi”.
Sebelumnya, Pemerintah Israel telah menunda rencana pembebasan 602 tahanan Palestina yang disepakati dalam rangka gelombang pertukaran sandera-tahanan terkini.
