Ketika menyinggung tema WRD tahun ini ialah “Radio dan perubahan iklim”, UNESCO beranggapan bahwa kantor-kantor pers, stasiun radio di dunia selama ini hanya fokus mendidik dan melatih para wartawan untuk meliput berita tentang perang, konflik dan terorisme, tetapi belum punya kursus-kursus pelatihan yang mendalam tentang cara meliput berita dalam bencana alam dan musibah.
Guna membantu stasiun-stasiun radio mengoptimalkan sumber daya, UNESCO membuat “Peta WRD 2025”, di antaranya menetapkan posisi stasiun-stasiun radio yang siap berkonektivitas dan bekerja sama dengan stasiun-stasiun radio lain. Pada tahun ini, UNESCO juga akan mengumumkan “pola persiapan dan renca respons” guna membantu stasiun-stasiun radio selalu mempertahankan kesiapan bekerja dan menghadapi event-event bencana alam dan musibah.
Wakil Direktur Jenderal VOV, Vu Hai Quang |
Di Vietnam, selama ini, Radio Suara Vietnam (VOV) juga berhasil membuat program-program khusus tentang lingkungan, perubahan iklim, berkaitan dengan banyak daerah laut dan pulau, daerah pedesaan, daerah terpencil. Wakil Direktur Jenderal VOV, Vu Hai Quang, mengatakan:
“Dalam kenyataannya, radio selalu menjadi sumber informasi yang tepat waktu dan tepercaya. Ketika terjadi bencana alam, taupan, banjir, kekeringan, radio tetaplah peralatan yang paling cepat, paling mudah untuk didekati untuk memberikan peringatan dan bimbingan kepada komunitas tentang cara menghadapinya. Radio juga memainkan peranan mendidik dan meningkatkan pemahaman tentang lingkungan. Melalui program-program siaran, masyarakat bisa mendekati pengetahuan tentang perlindungan lingkungan, gaya hidup yang berkelanjutan dan menghemat kekayaan alam, dari situ turut mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim”.
Sehubungan dengan Hari Radio Sedunia, Wakil Direktur Jenderal VOV Vu Hai Quang menekankan bahwa semua warga bersama-sama mendengarkan, belajar dan beraksi agar supaya radio terus menjadi sahabat pendamping dalam perang menanggulangi perubahan iklim.

