Ketika berbicara di depan kalangan pers setelah sidang Pemerintah pada tgl 05 Februari di Ibukota Teheran, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi percaya bahwa kebijakan menimbulkan tekanan maksimal terhadap Iran yang direncanakan digelar kembali oleh Presiden Donald Trump akan sekali lagi menghadapi kegagalan, sama seperti pada masa bakti pimpinan Presiden Donald Trump dulu. Menlu Iran sekali lagi menegaskan bahwa program nuklir negara ini hanya bertujuan sipil dan Iran sebenarnya tidak menjalankan pemilikan senjata nuklir seperti tuduhan Barat.

Sementara itu, dalam pesan yang diumumkan pada tgl 05 Februari, Presiden AS, Donald Trump menegaskan ingin Iran menjadi satu negara agung dan tanpa senjata nuklir. Presiden AS juga menolak beberapa laporan yang menyatakan bahwa AS dan Israel akan melaksanakan serangan militer melawan Iran, menekankan bahwa Wshington bersedia melakukan kompromi dengan Teheran.