Pemimpin negara Islam ini juga menyatakan, Teheran akan menciptakan syarat untuk melakukan verifikasi terhadap program nuklir negaranya untuk membuktikan bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Presiden Pezeshkian mengeluarkan pernyataan tersebut sehari setelah seorang pejabat senior negara ini memberitahukan, Iran siap menciptakan peluang bagi dialog untuk memecahkan perselisihan dengan Amerika Serikat (AS). Pesan-pesan ini dianggap bermaksud membalas pernyataan Presiden AS, Donald Trump pada tgl 5 Februari tentang keinginannya untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran dengan mekanisme verifikasi yang jelas, meskipun sehari sebelumnya, Trump sendiri baru menandatangani instruksi untuk memperkuat langkah-langkah guna menimbulkan tekanan terhadap Iran.
