Pemberitahuan IDF tersebut menunjukkan bahwa selama 24 jam lalu, IDF telah memulai aktivitas-aktivitas di darat yang terarah di bagian Tengah dan bagian Selatan Jalur Gaza untuk memperluas sabuk keamanan dan menciptakan satu zona buffer antara bagian Utara dan bagian Selatan Jalur Gaza. IDF telah mengontrol dan memperluas penampilan hingga koridor Netzarim di bagian Tengah Jalur Gaza.

Serdadu Israel digelar di dekat perbatasan di Israel Selatan dengan Jalur Gaza, pada 18 Maret 2025 (Foto: Xinhua/VNA)

Pada hari yang sama, dalam pesan video yang disampaikan kepada warga di Jalur Gaza, Menteri Pertahanan Israel, Israel Gatz menyatakan “peringatan terakhir”, di antaranya mengimbau supaya mendengar nasihat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk membebaskan para sandera, dan menghapuskan Gerakan Islam Hamas. Israel Gatz mengulangi lagi peringatan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump sebelumnya pada bulan ini, di antaranya memberikan peringatan bahwa akibat dari tidak membebaskan sandera adalah kematian.

Di antara 251 sandera yang ditangkap setelah serangan pasukan Hamas yang mengakibatkan meledaknya konflik pada tanggal 7 Oktober 2023, sampai sekarang masih ada 58 orang yang ditahan di Jalur Gaza. Pasukan Isarel beranggapan bahwa 34 orang di antaranya telah tewas.