Ini untuk pertama kalinya Israel menyerang kawasan ini sejak gencatan senjata dengan Pasukan Hezbollah berlaku pada bulan November tahun 2024. Tentara Israel memberitahukan bahwa serangan tersebut adalah peringatan, untuk membalas peluncuran rudal yang dilaksanakan Lebanon terhadap wilayah negara ini. Sementara itu, Pasukan Hezbollah terus menolak berdiri di belakang peluncuran-peluncuran rudal tersebut.
Dalam satu pernyataan pada hari yang sama, Kepala Kantor Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawaf Salam menuduh serangan udara Israel terhadap benteng Hezbollah sebagai tindakan “eskalasi yang serius”, bersamaan itu mengutuk “serangan-serangan Israel terhadap warga sipil dan zona-zona pemukiman yang aman, tempat di mana terletak sekolah dan universitas”.
Juga pada hari yang sama, Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengutuk serangan udara Israel sebagai tindakan “yang tidak bisa diterima” dan melanggar gencatan senjata.
