Pernyataan PM Israel dikeluarkan sehari setelah Pasukan Hamas mengumumkan penundaan serah-terima para sandera Israel yang direncanakan dilaksanakan pada tgl 15 Februari sampai saat dikeluarkan pengumuman selanjutnya. Pasukan Hamas juga menuduh Israel melanggar semua ketentuan dari gencatan senjata.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres telah memgimbau Pasukan Hamas supaya terus membebaskan para sandera Israel sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, memperingatkan bahwa terjadinya kembali aktivitas permusuhan di Jalur Gaza harus dihindari dengan segala cara. Dia juga mengimbau semua pihak supaya perlu menaati secara lengkap semua komitmennya dalam gencatan senjata dan mengadakan kembali negosiasi serius di Doha (Qatar) tentang tahapan kedua dari gencatan senjata tersebut.