Anggota Kelompok Penasihat Bom dan Ranjau MAG menjinakkan bom dan ranjau di Kecamatan Dai Trach (Provinsi Quang Tri). (Foto ilustrasi: Ta Chuyen/VNA)

Pada upacara pembukaan lokakarya tersebut, Kolonel Nghiem Xuan Long, Wakil Direktur Jenderal VNMAC, menekankan bahwa penanggulangan dampak bom dan ranjau bukan sekadar tugas teknis untuk menghilangkan bom, ranjau dan sisa-sisa bahan peledak pasca perang, tetapi juga bagian penting dari menjamin keselamatan manusia dan mendukung pembangunan sosial-ekonomi. Kegiatan survei, penjinakan bom dan ranjau, dan pendidikan bahaya kecelakaan, serta dukungan bagi korban bom dan ranjau di Vietnam, semuanya bertujuan untuk menjamin agar perempuan, laki-laki, anak-anak, kaum difabel, dan kelompok rentan lainnya berpeluang untuk mengakses layanan-layanan secara setara.

Ketika mengapresiasi kemajuan Vietnam, Ramla Khalidi, Kepala Perwakilan Tetap UNDP di Vietnam, mengungkapkan peran perempuan yang tak tergantikan. Ia menekankan bahwa perempuan membawa banyak keahlian penting, seperti: teknologi, pemetaan digital, manajemen publik, kepemimpinan masyarakat, dan lain-lain, sehingga meningkatkan kualitas di setiap tahapan dalam penanggulangan dampak bom dan ranjau, memperbaiki akurasi data, dan mengambil keputusan yang mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat secara tepat.