PM Malaysia, Anwar Ibrahim. Foto: VOV |
Dalam pidato pembukaan sesi pembahasan tingkat tinggi, Anwar Ibrahim, Perdana Menteri (PM) Malaysia, negara Ketua ASEAN 2025, menekankan bahwa sentralitas ASEAN merupakan tema menonjol selama bertahun-tahun ini. PM Malaysia mengimbau negara-negara ASEAN supaya meningkatkan konektivitas intrakawasan, melalui itu membangun kemandirian strategis dan mempertahankan pengaruhnya di skala global.
Menurut PM Malaysia, kisah pengembangan ekonomi yang sukses dari Vietnam selama bertahun-tahun ini bersama dengan seni diplomatik Vietnam dalam mengoordinasikan hubungan dengan negara-negara adikuasa, bisa memberikan sumbangan penting dalam membangun kemandirian strategis kawasan. Ketika berbagi terhadap penilaian-penilaian PM Anwar Ibrahim, PM Vietnam, Pham Minh Chinh, menekankan, untuk mempertahankan kemandirian strategis, semua negara dan asosiasi perlu mempertahankan lima faktor yaitu politik luar negeri yang seimbang, bersahabat, berdasarkan hukum; membangun kekuatan ekonomi; mempertahankan pertahanan-keamanan yang kuat; mengeluarkan kebijakan jaring pengaman sosial yang inklusif; dan memiliki identitas kebudayaan. Dengan mengambil pelajaran dari perjuangan merebut kemerdekaan yang dilakukan Vietnam, PM Pham Minh Chinh menganggap bahwa kebudayaan merupakan kekuatan internal penting dan juga merupakan keunggulan ASEAN, satu kawasan dengan ciri kebudayaan yang beragam.
Satu masalah penting ialah mengembangkan kebudayaan dan identitas. Untuk bisa berdikari dan mandiri, selain masalah-masalah dasar seperti urusan luar negeri, ekonomi dan pertahanan, kita memerlukan identitas kebudayaan untuk mengembangkan daya internal. Kebudayaan merupakan kekuatan internal. Kebudayaan dan identitas diperuntukkan dalam mengembangkan sumber daya satu bangsa.
PM Vietnam, Pham Minh Chinh menganggap bahwa semua negara atau asosiasi harus mengutamakan kemandirian strategis. Foto: VOV |
Juga ikut serta pada sesi pembahasan tingkat tinggi, PM Selandia Baru, Christopher Luxon juga menjunjung tinggi peranan yang kian penting dari ASEAN di seluruh Indo-Pasifik, bersamaan itu menegaskan bahwa pertumbuhan dan kemandirian strategis ASEAN merupakan sesuatu yang didukung oleh Selandia Baru, dalam konteks mekanisme-mekanisme tradisional dalam hubungan internasional yang sedang mengalami perubahan yang mendalam dan sulit diduga.


