(VOVWORLD) - Pada Minggu pagi (11 Januari), Myanmar secara resmi memasuki tahap kedua pemilu umum pertama sejak peristiwa kudeta tahun 2021. Ini merupakan peristiwa politik penting yang diselenggarakan dalam tiga tahap dengan lebih dari 21.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri.
Dari pukul 6.00 pagi, masyarakat Myanmar mulai memberikan suara di daerah pemilihan yang mencakup 12 dari total 14 wilayah dan negara bagian.
Pada tahap pemungutan suara pertama yang berlangsung pada 28 Desember 2025, Partai Koalisi Persatuan dan Pembangunan (USDP) meraih kemenangan mutlak dengan 90 dari 102 kursi Majelis Rendah, dengan tingkat partisipasi pemilih sebesar 52,13%. Partai Nasional Naga menempati posisi kedua dengan 4 kandidat terpilih, sementara Partai Persatuan Nasional (NUP), Partai Etnis Rakhine (RNP), dan Partai Persatuan Shan-ni (SSP) masing-masing meraih 1 kursi.
Putaran pemungutan suara terakhir dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari, di 265 dari 330 kota, di mana beberapa wilayah masih mengalami ketidakstabilan.
Pemilu umum kali ini diikuti oleh 57 partai politik, dengan sekitar 5.000 kandidat bersaing memperebutkan kursi di Majelis Rendah, Majelis Tinggi, serta lembaga-lembaga legislatif tingkat negara bagian dan wilayah. Parlemen federal yang baru akan memilih Presiden, yang kemudian akan membentuk pemerintah baru.