Pada pembicaraan setelah upacara penyambutan, kedua Ketua Parlemen sepakat menilai bahwa kerja sama ekonomi-perdagangan antara dua negara selama ini telah mencapai pertumbuhan yang menggembirakan, terutama sejak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Vietnam dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) mulai berlaku pada tahun 2016. Nilai perdagangan bilateral tahun 2024 mencapai hampir 500 juta USD, namun belum sungguh-sungguh berkelanjutan.

Ketua MN Vietnam, Tran Thanh Man dan Ketua Parlemen Armenia, Alen Simonyan (Foto: VNA)

Ketika menegaskan kedua negara masih memiliki banyak potensi dan ranah untuk mendorong kerja sama di bidang-bidang, kedua Ketua Parlemen sepakat memperkuat kerja sama antar-daerah dua negara guna memanfaatkan secara maksimal potensi daerah-daerah, berkontribusi pada kerja sama antara dua negara pada umumnya. Ketua MN Tran Thanh Man meminta Armenia supaya memfasilitasi penyelenggaraan aktivitas-aktivitas silaturahmi dan sosialisasi nilai-nilai budaya dan sejarah dari kedua negara, mempelajari kemampuan untuk membentuk Asosiasi Persahabatan Armenia-Vietnam di Armenia.

Panorama pembicaraan tersebut (Foto: VOV)

Mengenai kerja sama di forum-forum internasional dan regional, kedua Ketua Parlemen telah sepakat terus berkoordinasi dan saling mendukung di forum-forum parlemen multilateral, seperti: Uni Parlemen Dunia (IPU), Majelis Umum Antar Parlemen Negara-Negara Asia Tenggara (AIPA), Uni Parlemen Francophonie (APF). Ketua MN Tran Thanh Man juga meminta kedua pihak supaya terus berkoordinasi secara efektif di forum-forum regional, mendukung pendirian ASEAN dan Vietnam mengenai masalah Laut Timur dalam menangani semua sengketa dengan langkah damai, berdasarkan pada hukum internasional, Piagam PBB, Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982.

Setelah pembicaraan tersebut, kedua Ketua Parlemen menandatangani Kesepakatan kerja sama antara dua Parlemen Vietnam-Armenia.