(VOVWORLD) -Pemerintahan Militer Myanmar pada hari Senin (31 Maret) mengumumkan berkabung nasional seminggu
Barang bantuan untuk Myanmar (foto: VNA) |
Pemerintahan Militer Myanmar pada hari Senin (31 Maret) mengumumkan berkabung nasional seminggu dari tgl 31 Maret – 6 April dan mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenangkan para korban gempa bumi yang terjadi pada tgl 28 Maret sehingga menimbulkan kerugian berat tentang manusia dan harta benda dengan lebih dari 1.700 korban yang tewas sampai saat ini.
Pada hari ketiga sejak gempa bumi dahsyat terjadi di Myanmar, tim SAR dari berbagai negara di kawasan dan dunia telah berdatangan di Kota Mandalay untuk memperkuat pasukan dalam berlomba dengan waktu untuk mencari korban yang menunjukkan tanda-tanda masih bertahan hidup.
Pada hari Senin (tgl 31 Maret), militer Indonesia mengerahkan 1 kapal rumah sakit, 3 pesawat Hercules, dan 4 helikopter untuk membantu menghadapi secara darurat di Myanmar. Pasukan tersebut meliputi tim SAR, tim medis, dan bantuan logistik.
Thailand telah mengirim 55 personel militer Thailand, termasuk dokter dan tim SAR ke Myanmar dengan barang bantuan untuk membantu korban gempa bumi. Ini adalah kelompok pertama diantara 1.000 tentara yang akan dikerahkan untuk membantu negara tetangganya. Penerbangan berikutnya dijadwalkan pada tanggal 2 dan 5 April.
Pada hari yang sama, dua kapal Angkatan Laut India dengan kemampuan bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana (HADR) menuju ke Yangon dengan 52 ton barang bantuan termasuk air minum, makanan dan obat-obatan, pakaian dan perlengkapan darurat lainnya.
Sementara itu, gelombang pertama bantuan kemanusiaan darurat dari Tiongkok ke Myanmar telah mulai diangkut dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing.
Di lapangan, pasukan penyelamat berlomba dengan waktu untuk mencari korban yang menunjukkan tanda-tanda masih bertahan hidup lebih dari 70 jam setelah gempa bumi. Menurut Dewan Pengelolaan Negara Myanmar, hingga tgl 30 Maret, 300 orang masih hilang dalam gempa bumi yang telah menewaskan sekitar 1.700 orang dan melukai 3.400 orang. Pada pagi hari tanggal 31 Maret, sedikitnya empat orang penyintas bisa diselamatkan dari reruntuhan di kota Mandalay dan Naypyitaw berkat upaya gigih dari semua pasukan.