Pengumuman Istana Kremlin setelah pembicaraan telepon tersebut memberitahukan bahwa Presiden Putin menyatakan bersedia bekerja sama dengan AS untuk mempelajari secara lebih terinci langkah-langkah implementatif untuk mencapai satu solusi komprehensif, berkesinambungan dan berjangka panjang. Presiden Rusia setuju dengan inisiatif Presiden AS tentang kesepakatan gencatan senjata selama 30 hari terhadap infrastruktur energi dan sudah merintahkan tentara negara ini untuk segera melaksanakannya.
Setelah pembicaraan telepon, menurut rencana, pada tgl 23 Maret mendatang, di Kota Jaddah (Arab Saudi), AS dan Rusia akan mengadakan negosiasi penting tentang konflik di Ukraina.
Segera pada hari yang sama, negara-negara sekutu Ukraina dari Eropa telah menyambut baik kesepakatan yang baru saja dicapai oleh kedua pemimpin Rusia dan AS.
Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberitahukan bahwa Ukraina mendukung diskusi, tapi menyatakan ingin melakukan diskusi secara lebih terinci dengan Presiden Donald Trump tentang isi pembicaraan telepon antara pimpinan Rusia dan AS tersebut.
