Kunjungan Benjamin Netanyahu berlangsung pada latar belakang kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza telah menghadapi protes kuat dari orang-orang yang mengikuti garis politik keras di Israel karena mereka beranggapan bahwa kesepakatan tersebut telah menghentikan baku tembak sebelum Gerakan Islam Bersenjata Hamas dikalahkan sepenuhnya.
Dalam masa bakti sebelumnya (2016 – 2020), Donald Trump telah mendatangkan serentetan kesuksesan kepada Benjamin Netanyahu, di antaranya ada pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem dan penandatanganan Perjanjian Abraham, normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab, antara lain: Uni Emirat Arab dan Bahrain. Pemerintah sekarang pimpinan Donald Trump, meliputi beberapa tokoh yang mendukung Israel, berencana akan menyepakati perluasan gugus-gugus pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan menentang tekanan internasional yang terkait dengan konflik di Jalur Gaza.
