Konkretnya, dalam pidatonya pada tanggal 23 Maret, Carney mengatakan bahwa dia telah meminta Gubernur Jenderal Mary Simon supaya membubarkan Parlemen guna membuka jalan bagi pemilu pada akhir April mendatang, dan telah menerima persetujuan. Gerak-gerik tersebut berlangsung pada latar belakang ketegangan dalam hubungan antara Kanada dan AS terkait perdagangan dan pernyataan-pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang keinginannya untuk menggabungkan Kanada menjadi satu negara bagian AS.
Sekarang, PM Carney bukan anggota Parlemen dan pemerintah saat ini masih pemerintah minoritas, sehingga sulit untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan besar tanpa menghadapi protes dari pihak oposisi. Beberapa jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa partai yang berkuasa sekarang telah bersaing ketat dengan partai Konservatif yang beroposisi, satu perubahan besar dibandingkan dengan hanya dua bulan lalu, saat partai Konservatif selalu mengunggulinya dengan perbandingan dua digit.
