PM Pham Minh Chinh: Setiap Rumah adalah “Hadiah”, “Cinta”, “Rumah yang Bermakna”

(VOVWORLD) -Pada Minggu pagi (11 Mei), Perdana Menteri (PM) Pham Minh Chinh, Kepala Badan Pengarah S PKV untuk penghapusan rumah sementara dan rumah bobrok di seluruh negeri (Badan Pengarah), memimpin sidang ke-4 Badan Pengarah untuk menilai situasi dan hasil program penghapusan rumah sementara dan bobrok serta tugas-tugas untuk waktu mendatang.
PM Pham Minh Chinh: Setiap Rumah adalah “Hadiah”, “Cinta”, “Rumah yang Bermakna” - ảnh 1Sidang tersebut (Foto: VOV)
Sidang diadakan langsung di Kota Hanoi, secara daring dengan 63 provinsi dan kota-kota yang dibawa pusat. Ketika berbicara pada sidang tersebut, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengapresiasi bahwa hingga kini, seluruh negeri telah menghapuskan hampir 209.000 rumah sementara dan bobrok, mencapai sekitar 77% dari total minat; 15 provinsi dan kota telah menyelesaikan pembongkaran rumah sementara dan bobrok. P menegaskan bahwa setiap rumah adalah “hadiah”, “cinta”, “rumah yang bermakna”, yang menunjukkan tanggung jawab, cinta, perasaan bangsa, patriotisme, keberbagian dari seluruh masyarakat.
Ketika menekankan permintaan yang tidak membolehkan siapa pun yang tinggal di rumah sementara atau rumah bobrok, Perdana Menteri meminta agar tujuan penghapusan rumah sementara dan rumah bobrok di seluruh negeri diupayakan selesai sebelum 31 Oktober 2025.
PM Pham Minh Chinh: Setiap Rumah adalah “Hadiah”, “Cinta”, “Rumah yang Bermakna” - ảnh 2Menjamin penghapusan rumah sementara dan rumah bobrok di seluruh negeri diupayakan selesai sebelum 31 Oktober 2025 (Foto: VOV)
Perdana Menteri menekankan bahwa mulai saat ini hingga 31 Oktober, masih terdapat 6.1800 rumah sementara dan bobrok, oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi sumber daya untuk melaksanakan Program secara komprehensif, meluas, dan inklusif; Prioritaskan pengalokasian sumber daya untuk mendukung perumahan bagi keluarga para martir sebelum tgl 27 Juli; rumah untuk orang-orang yang berjasa dengan revolusi diselesaikan sebelum tgl 2 September; mengerahkan seluruh kekuatan di daerah, terutama tentara rakyat dan pasukan keamanan publik.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain