Pada simposium tersebut, PM Pham Minh Chinh menekankan bahwa hubungan dua negara sedang berada dalam tahapan yang sangat baik, dua Partai, dua Negara tidak mempunyai target lain, selain membangun negara yang kuat perkasa dan makmur, dan rakyatnya menjadi semakin sejahtera dan bahagia. Dalam proses ini, kedua negara perlu melakukan konektivitas dua perekonomian, konektivitas badan usaha, dan silaturahmi rakyat. Oleh karena itu, PM Pham Minh Chinh meminta badan usaha Vietnam dan Tiongkok supaya menjadi pelopor dalam pelaksanaan kesepakatan para pemimpin senior kedua negara tentang konektivitas dan silaturahmi rakyat dua negeri, turut memperingati HUT ke-75 penggalangan hubungan diplomatik kedua negara.

PM Pham Minh Chinh berbicara pada simposium tersebut (Foto: VGP/Nhat Bac)

PM menginginkan agar badan-badan usaha Tiongkok secara aktif mentransfer teknologi ke Vietnam, mendukung dan membantu Vietnam berkembang dari badan usaha kecil menjadi badan usaha besar dengan teknologi maju, dan berpartisipasi dalam rantai nilai global; memperluas skala investasi, menginvestasikan motivasi-motivasi pertumbuhan tradisional (investasi, ekspor, konsumsi), mendorong motivasi-motivasi pertumbuhan baru. PM Pham Minh Chinh meminta Kementerian Perhubungan dan Transportasi Vietnam supaya mempercepat pelaksanaan proyek jalur kereta api ukuran standar yang berhubungan dengan Tiongkok, konkretnya ialah jalur kereta api Lao Cai - Hanoi - Hai Phong, Lang Son - Hanoi, Mong Cai - Ha Long - Hai Phong. Diharapkan, ini akan menjadi bangunan simbolis kedua negara.

Pada pihak Tiongkok, para pemimpin berbagai Asosiasi, 23 grup dan perusahaan Tiongkok menyatakan kepercayaan terhadap prospek pembangunan dan masa depan cerah dari ekonomi Vietnam; menghargai lingkungan investasi bisnis di Vietnam yang semakin membaik dan menjadi destinasi investasi yang menarik di dunia, mata rantai penting dalam rantai pasokan global. Badan-badan usaha Tiongkok ingin memperluas investasi dan bisnis di Vietnam di bidang-bidang seperti ekonomi hijau, ekonomi digital, ekonomi sirkular, elektronik, teknologi informasi, energi bersih, dan lain-lain.