Presiden Prancis mengatakan bahwa rapat kali ini akan melibatkan beberapa negara Baltik, Belgia, Kanada, Finlandia, Yunani, Norwegia, Republik Ceko, Rumania, Swedia bersama dengan para pemimpin Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Foto: Xinhua/VNA)

Sebelumnya, pada tanggal 17 Februari, Prancis juga mengadakan satu rapat darurat tentang situasi di Ukraina dan tantangan-tantangan keamanan yang sedang dihadapi Eropa. Negara-negara peserta telah sepakat untuk akan menjamin keamanan Ukraina, bersamaan itu mengeluarkan perkiraan tentang satu gencatan senjata, namun tidak ada kesepakatan damai yang dicapai.

Sementara itu, pada tanggal 19 Februari, setelah dilaporkan tentang hasil perundingan-perundingan Rusia-AS di Kota Riyadh (Arab Saudi), Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa dia mengapresiasi perundingan tersebut. Tentang kemungkinan bertemu langsung dengan Presiden AS, Presiden Rusia mengatakan bahwa dia menginginkan pertemuan tersebut, namun perlu melakukan persiapan yang seksama agar pertemuan tersebut harus mencapai hasil.