Rusia tetap mempertahankan Kedutaan Besar (Kedubes) di Suriah, berhubungan secara permanen dengan Pemerintahan baru di Suriah, bersedia memberikan dialog antarfaksi untuk menstabilkan situasi Suriah, menyatakan keinginan agar negara-negara Teluk akan berkoordinasi dengan Rusia, Tiongkok dan Iran dalam menangani masalah Suriah. Menlu Sergei Lavrov menekankan bahwa Perjanjian kemitraan strategis yang komprehensif Rusia-Iran yang akan ditandatangani pada tgl 17 Januari sehubungan dengan kunjungan ke Rusia dari Presiden Iran tidak bertujuan memusuhi negara mana pun.
Tentang hubungan dengan AS, Menlu Sergei Lavrov menegaskan bahwa Rusia bersedia melakukan kontak-kontak dengan pemerintahan pimpinan Presiden terpilih Donalnd Trump tentang masalah-masalah internasional, di antaranya ada masalah Ukraina. Tentang hubungan dengan Tiongkok, Menlu Sergei Lavrov menilai bahwa hubungan Rusia-Tiongkk semakin menjadi stabil, dan erat, merupakan salah satu faktor yang paling stabil di kancah internasional sekarang. Tentang konflik Rusia-Ukraina, Menlu Sergei Lavrov menegaskan Rusia bersedia mendiskusikan penjaminan keamanan bagi Ukraina dengan syarat keamanan Rusia harus terjamin, terutama ancaman-ancaman harus dihapuskan di garis perbatasan di Rusia Barat.
