Ketika menjawab permintaan memberikan komentar atas pidato Presiden AS, Donald Trump bahwa Washington ingin berdiskusi dengan Moskow dan melaksanakan perlucutan senjata nuklir, Demitry Peskov menyatakan bahwa Rusia bersedia melakulan negosiasi dengan AS tentang perlucutan senjata nuklir, tapi harus memperhitungkan potensi senjata nuklir dari para sekutu AS yaitu Inggris dan Prancis. Dia menekankan bahwa Presiden rusia, Vladimir Putin bersedia bernegosiasi dengan sejawatnya dari AS dan Istana Kremlin sedang menunggu sinyal dari Gedung Putih.
Pada hari yang sama, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Alexander Grushko memberitahukan bahwa Rusia akan meminta penjaminan yang mantap tentang perihal tidak membolehkan Ukraina bergabung dengan NATO atau membentuk mekanisme keamanan baru yang lebih luas. Dia menekankan ini merupakan salah satu masalah kunci dalam semua kesepakatan tentang konflik Ukraina dan merupakan faktor yang terkait dengan penghapusan sebab akarnya konflik. Tentang hubungan antara Rusia dan NATO, Deputi Menlu Grushko menyatakan bahwa kebijakan aliansi militer ini tentang perluasan pengontrolan akan meningkatkan terjadinya konflik militer global.
