Juga terkait dengan masalah tersebut, ketika menjawab pertanyaan Harian Izvestia (Rusia), pada hari yang sama, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Alexander Grushko menganggap bahwa masih terlalu dini untuk melakukan pembahasan-pembahasan tentang upaya menjaga perdamaian di Ukraina dan seharusnya hanya dilakukan setelah kesepakatan perdamaian resmi dicapai.
Deputi Menlu Grushko menegaskan kembali pendirian Pemerintah Rusia bahwa pengerahan pasukan-pasukan NATO di Ukraina, baik atas nama Uni Eropa, NATO atau pasukan-pasukan nasional secara terpisah, akan langsung melibatkan Rusia pada konflik dengan akibat yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, Rusia merekomendasikan solusi yang implementatif yaitu pengiriman delegasi pengamat tak bersenjata atau sekelompok pengawas sipil untuk mengawasi kesepakatan perdamaian yang potensial.
Di samping itu, Deputi Menlu Grushko menyatakan, dalam sebarang kesepakatan manapun untuk memecahkan konflik dengan Ukraina, Moskow akan meminta NATO supaya berkomitmen tidak menerima Ukraina sebagai anggota dan Kiev harus mempertahankan netralitasnya.
Sebelumnya, koran The Times dari Inggris mengutip satu sumber berita militer Inggris bahwa negara-negara Eropa berencana menggelar lebih dari 10.000 serdadu dalam pasukan pemelihara perdamaian di Ukraina.
