Sekjen PBB Paparkan Tantangan Global Tahun 2026
(VOVWORLD) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada 15 Januari menyampaikan pidato kebijakan awal tahun selaku Kepala organisasi multilateral terbesar di dunia, di antaranya memaparkan tantangan-tantangan global yang akan dihadapi pada 2026.
Dia memperingatkan dunia sekarang “mengalami beberapa konflik, ketidaksetaraan dan perkembangan yang sulit diprediksi”, di tengah melemahnya kerja sama internasional pada saat yang justru paling mendesak. Sementara itu, sistem global sedang mengalami tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perang, pepecahan, perubahan iklim serta pengikisan supremasi hukum internasional. Ia menilai bahwa dalam konteks saat ini, sistem multilateral sedang menghadapi tantangan besar.
Terkait perubahan iklim, Sekjen PBB memperingatkan bahwa dunia yang kacau akibat perubahan iklim “tidak akan bisa menjadi dunia yang damai”. Oleh kare itu ia mengimbau percepatan upaya-upaya mitigasi emisi, transformasi energi yang adil serta penguatan pendanaan iklim.
Sekjen PBB juga menekankan perlunya mereformasi institusi global, di antaranya berbagai organisasi internasional dan Dewan Keamanan PBB, karena mekanisme “penanganan masalah-masalah tahun 1945 tidak akan mampu menangani semua masalah tahun 2026”.