Program ini bertujuan mengkonektivitaskan secara strategis sekolah-sekolah tinggi Vietnam dengan sekolah tinggi AS, membantu sekolah tinggi kedua pihak menyusun Rencana kerja sama yang praksis, efektif dan berkelanjutan.
PM Pham Minh Chinh dan delegasi 21 sekolah bergengsi primer di AS. Foto: VOV |
Dalam pertemuan ini, PM Pham Minh Chinh meminta sekolah-sekolah tinggi kedua negara supaya berkoordinasi menyusun berbagai proyek dan rencana kerja sama yang berjangka panjang, berkelanjutan, praksis dan efektif. Ketika menekankan bahwa selama ini, grup-grup besar AS seperti Intel, NVIDIA dan Apple telah datang mencari tahu dan melakukan investasi, memperluas ekosistem, PM Pham Minh Chinh meminta sekolah-sekolah tinggi kedua pihak supaya proaktif tukar menukar pendapat untuk melakukan program-program kerja sama yang konkret, khususnya di cabang-cabang teknologi tinggi, AI, semikonduktor, bioteknologi, kesehatan, pertanian, bahasa asing, pendidikan sumber daya yang berkualitas tinggi. Dia meminta pemimpin sekolah-sekolah tinggi AS supaya memberikan pendapat kepada Presiden Donald Trump untuk segera mengakui bahwa Vietnam memiliki perekonomian pasar; menghapuskan pembatasan ekspor teknologi tinggi terhadap Vietnam; membatasi kebijakan-kebijakan yang mempengarui hubungan ekonomi-perdagangan Vietnam; memfasilitasi Vietnam untuk terus berkembang.
Pada pihak AS, Duta Besar AS untuk Vietnam, Marc E.Knapper dan wakil sekolah-sekolah tinggi AS mengapresiasi strategi pembangunan dari Vietnam, terutama di bidang pendidikan dan pelatihan; memberitahukan siap bekerja sama dan bahu-membahu dengan Vietnam melaksanakan strategi-strategi pengembangan sosial-ekonomi, turut memperdalam hubungan Kemitraan strategis komprehensif Vietnam-AS.

