Ketika berbicara di depan upacara pembukaan forum ini, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh menekankan:

ASEAN sekarang merupakan jembatan penghubung dialog, bekerja sama demi perdamaian dan pembangunan di kawasan, merupakan pusat dari proses-proses koneksi regional dan internasional. Pada latar belakang baru, ASEAN tidak hanya perlu bersatu, bersatu-hati saja, tetapi memerlukan pola pikir terobosan straregis dan tajam, jadwal yang implementatif, sumber daya yang terkonsentrasi dan tindakan yang gigih”.

PM Pham Minh Chinh berbicara di depan forum tersebut (Foto: VOV)

Di atas dasar itu, PM Pham Minh Chinh merekomendasikan tiga prioritas strategis dan 3 terobosan aksi. Di antaranya, 3 prioritas meliputi mandiri dalam strategi, mandiri dalam pengembangan ekonomi dan melestarikan identitas ASEAN. 3 terobosan aksimeliputi: beradaptasi secara fleksibel, memobilisasi semua sumber bagi pembangunan dan memperkuat koneksi ASEAN.

Ketika menegaskan bahwa Vietnam dengan hampir 3 dekade partisipasinya, selalu menganggap ASEAN sebagai salah satu prioritas primer, PM Pham Minh Chinh berkomitmen:

Kami berkomitmen sebagai anggota yang proaktif, aktif dan bertanggung jawab dalam membangun komunitas ASEAN secara bersatu, inklusif, dan mandiri, bersama-sama merealisasikan visi Komunitas ASEAN sampai tahun 2045, demi kepentingan masyarakat di kawasan. Vietnam bersama-sama dengan negara-negara anggota, mitra, dan sahabat internasional akan terus menulis halaman-halaman sejarah baru yang membanggakan dalam perjalanan pembangunan ASEAN”.

PM Pham Minh Chinh percaya bahwa ASEAN sudah, sedang dan akan memberikan kontribusi yang semakin proaktif dan lebih positif bersama dengan komunitas internasional dalam menetapkan masa depan dunia.