Aplikasi berbagi video tersebut telah menghentikan aktivitasnya di AS pada Sabtu malam (18 Januari), batas waktu bagi perusahaan induk ByteDance (Tiongkok) menjualkan brandnya di AS kepada para investor yang bukan Tiongkok. Pada tanggal 19 Januari, ketika jutaan pengguna tidak bisa mengakses aplikasi, Donald Trump berkomitmen akan memberlakukan dekrit untuk menunda perintah larangan tersebut untuk memberikan waktu guna mencapai “kesepakatan”.
Di platform Truth Social, Presiden terpilih AS merekomendasikan AS supaya memiliki sebagian TikTok, konkretnya ialah 50% saham dalam satu usaha patungan. Dia menjelaskan bahwa nilai aplikasi ini bisa naik hingga ratusan miliar USD, bahkan ribuan miliar USD. Setelah itu, di medsos X, TikTok memuat pengumuman bahwa mereka sedang memulihkan operasi aplikasi ini dan berterima kasih kepada Donald Trump yang telah mengeluarkan penjaminan yang jelas dan perlu kepada para pemasok layanan.
