Hadir pada simposium tersebut ada para Deputi PM Ho Duc Phoc dan Nguyen Chi Dung, wakil pimpinan berbagai kementerian, instansi, badan pusat, serta sejumlah daerah, grup, dan badan usaha besar di Vietnam; Wakil Duta Besar AS untuk Vietnam Courtney Beale; beberapa asosiasi, 38 grup dan perusahaan umum tipikal dari AS.
PM Pham Minh Chinh dan para Deputi PM memimpin simposium tersebut (Foto: Duong Giang/VNA) |
Pada simposium tersebut, pemimpin grup-grup dan perusahaan besar AS sangat menghargai lingkungan investasi dan bisnis di Vietnam yang semakin membaik, menjadi destinasi investasi yang menarik di dunia dan mata rantai penting dalam rantai pasokan global. Badan-badan usaha beranggapan bahwa peningkatan hubungan AS-Vietnam menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2023 telah menandai perubahan besar dalam memfasilitasi lingkungan bisnis di banyak bidang dan ingin memperluas investasi bisnis di Vietnam.
Ketika berbicara pada simposium tersebut, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa Vietnam menetapkan untuk berkembang dengan cepat dan berkelanjutan, dan berharap agar AS akan berkontribusi pada proses ini. Bagi badan usaha, Beliau menegaskan bahwa Vietnam selalu menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi badan usaha AS berdasarkan prinsip “kepentingan yang harmonis dan risiko yang dibagi”; mengharmoniskan kepentingan negara, rakyat, dan badan usaha. PM Pham Minh Chinh menyatakan:
“Kami menginginkan beberapa poin seperti ini. Pertama ialah berkontribusi dalam mendorong hubungan baik antara kedua negara kita agar menjadi lebih baik dan lebih efektif. Kedua, terus memperkuat investasi berkualitas tinggi, khususnya transfer teknologi dan pendidikan sumber daya manusia. Ketiga, terus memperkuat kerja sama antara komunitas badan usaha kedua negara. Keempat, kami mendesak komunitas badan usaha AS untuk berbicara kepada pemerintah baru Presiden Donald Trump agar mengakui ekonomi Vietnam sebagai ekonomi pasar”.
PM Pham Minh Chinh meminta agar setelah simposium tersebut, Kantor Pemerintah melakukan kesimpulan, memberikan tugas konkret kepada sejumlah kementerian dan instansi, dan terus mendengarkan kontribusi dari badan-badan usaha AS.

