Memperkenalkan sepintas lintas tentang kerajinan mengukir kayu di Vietnam

(VOVWORLD) - Saudara-saudara pendengar! Kami gembira bertemu kembali dengan saudara pendengar dalam acara “Kotak Surat Anda” untuk pekan ini. Program siaran bahasa Indonesia, VOV5, pada pekan ini menerima 27 pucuk surat post dan Email dari saudara-saudara pendengar, di antaranya ada M.Sumantri di Jawa Barat, Magdalena Krisnawati di Jakarta, Thedja Haryyanto di Kalimantan Barat, Hari Santosa di Bekasi, Waluyo Dischman di Jawa Barat dan saudara-saudara pendengar yang lain. Dalam acara untuk hari ini, kami akan mengikhtisarkan surat saudara pendengar dan menjawab pertanyaan saudara Eko Endri Wiyono tentang seni ukir kayu.

Pada pekan lalu, kami menerima banyak surat dan laporan hasil pemantauan siaran radio dari saudara pendengar. Saudara M.Sumantri mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 19-24/10 di frekuensi 12020 Khz dengan penilaiaan SINPO 44444. Saudara Fachri mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 12-19/10 dengan kualitas gelombang baik, tanggal 15/10 di frekuensi 12020 Khz dengan penilaian SINPO 22222. Saudara Thedja Haryanto mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 9-22/10 dengan penilaiaan SINPO 44444. Saudara Rudy Hartono mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada tanggal 20/10 dengan penilaiaan SINPO 44444.  Saudara Minlin mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 19-23/10 dengan penilaian SINPO 34333. Selain itu kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio dari beberapa saudara pendengar yang lain, di antaranya kualitas gelombang semuanya dilaporkan baik dan tidak ada kasus hilangnya gelombang. Kami berterima kasih kepada saudara pendengar yang telah mengirim surat dan laporan hasil pemantauan siaran radio kepada program bahasa Indonesia. Kami berharap akan terus menerima banyak surat, laporan hasil pemantauan siaran radio dan sumbangan pendapat saudara pendengar untuk program kami. Semoga saudara pendengar mengalami banyak kesenangan untuk akhir pekan!

Saudara pendengar, akhirnya kami ingin berbicara dengan Saudara Eko Wiyono di Bekasi. Dalam surat yang dikirim kepada kami, dia bertanya“Beberapa waktu yang lalu acara Kisah-kisah dari desa menyiarkan materi yang sangat menarik sebuah desa yang memiliki kerajinan tradisional seni ukir kayu sebuah desa yang merupakan satu desa kecil. Yang ingin saya tanyakan bagaimana cara belajar seni mengukir kayu yang baik. Apakah mengadopsi jenis ukir kayu dari daerah lain. Bagaimana mengembangkan pasar yang potensial untuk seni ukir?”. 

Memperkenalkan sepintas lintas tentang kerajinan mengukir kayu di Vietnam - ảnh 1 Ilustrasi (Foto: congthuong.vn)

Saudara Eko Wiyono yang budiman, dalam "rubric kisah-kisah dari desa" terakhir, kami memperkenalkan tentang Desa kerajinan tradisional seni ukir kayu My Xuyen. Dulu, ketika Raja Gia Long naik takhta pada tahun 1802,  Dinasti Nguyen telah mengerahkan sangat banyak tukang ukir pandai dari semua penjuru Tanah Air untuk membangun Benteng Ibukota Hue. Di atas jalan menuju ke Ibukota Hue, para tukang ini berhenti di Desa My Xuyen, Kabupaten Phong Dien, Provinsi Thua Thien Hue dan memilih beberapa pemuda di desa ini untuk membantu mereka dan belajar seni mengukir kayu. Para tukang ukir ini telah menjadi generasi guru yang mengajarkan ketrampilan tentang kerajinan perkayuan dan mengukir kayu di Desa My Xuyen. Sekarang, barisan tukang ukir kayu di desa My Xuyen mempunyai lebih dari 500 orang dan mereka sedang bekerja di banyak daerah seperti Kota Ho Chi Minh, Kota Hue, Kota Da Nang dan sebagainya. Sampai sekarang, generasi anak-cucunya tetap selalu mengembangkan dan mewarisi kerajinan leluhur. Kerajinan mengukir kayu berkembang secara luas di seluruh dunia. Kerajinan mengukir kayu juga berkembang secara kuat di Vietnam. Menurut Asosiasi Kayu dan Hasil Pertanian Vietnam, sekarang, cabang perkayuan Vietnam telah mengekspor ke lebih dari 120 negara dan teritori dengan 70% masuk ke pasar-pasar Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Tetapi, persaingan seni mengukir kayu Asia cukup besar, sehingga barang kayu yang datang ke pasar negara-negara masih tetap cukup lambat, sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri dan beberapa negara Asia yang mempunyai kebudayaan yang sama. Hal ini menuntut Vietnam kalau ingin menghidupkan kembali dan mengembangkan desa-desa kerajinan tradisional harus selalu tidak henti-hentinya membarui desainnya, menerapkan cara-cara yang maju dan dukungan mesin untuk membawa cabang kayu Vietnam semakin lebih berpengaruh. Khususnya, memerlukan pemikiran inovatif dalam kepemimpinan para wirausaha untuk membawa kerajinan ukir kayu mencapai terobosan baru dalam integrasi internasional. Saudara Eko Wiyono yang budiman, berharap jawaban tersebut memuaskan anda. Kami merasa sangat senang karena anda telah memperhatikan kebudayaan Vietnam, berharap supaya anda dan banyak saudara pendengar yang lain akan mengirim lebih banyak lagi pertanyaan kepada kami. Terima kasih!

Saudara pengdengar, untuk bisa mendengar dan membaca kembali program siaran kami, marilah saudara-saudara mengakses website www.vovworld.vn. Semua pertanyaan marilah dikirim ke alamat Email Indonesia.vov5@gmail.com  atau alamat surat post: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Distrik Hoan Kiem, Kota Ha Noi, Vietnam.

Komentar

Yang lain