(VOVWORLD) - Setelah waktu lebih dari satu bulan sejak Perdana Menteri (PM) Pham Minh Chinh meluncurkan “Kampanye Quang Trung”, sebuah kampanye tercepat untuk membangun dan memperbaiki rumah bagi keluarga yang terdampak bencana alam di Kecamatan Bac Ai Tay (Provinsi Khanh Hoa), banyak rumah kokoh secara bertahap menggantikan rumah-rumah yang roboh atau rusak berat.
Ini merupakan upaya para prajurit Detasemen Pasukan Khusus (Kementerian Pertahanan) bersama pemerintah daerah, agar masyarakat etnis minoritas Raglai dapat segera menstabilkan kehidupan mereka menjelang Tahun Baru Imlek Bính Ngọ (tahun kuda).
Wakil dari Detasemen Pasukan Khusus dan pimpinan Komite Rakyat Provinsi Khanh Hoa dan masyarakat Bac Ai Tay memfoto bersama (Foto: Van Phu) |
Kecamatan Bac Ai Tay terletak jauh di pedalaman Taman Nasional Phuoc Binh, di mana rumah-rumah panggung masyarakat Raglai bersandar pada rimba pegunungan yang luas. Namun, ketenangan tersebut telah terganggu pada tanggal 19 November 2025, ketika banjir bandang yang disebut sebagai “peristiwa seratus tahun sekali” tiba-tiba melanda. Enam desa seketika berubah menjadi pulau-pulau terisolasi, dikepung air, tanah dan batu dari segala arah. Atap-atap rumah runtuh, hancur dan porak-poranda.
Dalam situasi tersebut, “Kampanye Quang Trung” yang dicanangkan oleh PM Pemerintah (1 Desember 2025) telah menjadi panggilan dari hati nurani bagi lebih dari 300 perwira dan prajurit Detasemen Pasukan Khusus. Bergerak cepat dari berbagai lokasi menuju Kecamatan Bac Ai Tay, mereka membawa semangat para prajurit elit serta tekad kuat: rakyat harus sudah memiliki rumah sebelum musim semi tiba. Letnan Kolonel Le Nhu Kien, Wakil Kepala Urusan Politik Brigade 5, Detasemen Pasukan Khusus, menyampaikan:
“Dengan semangat kecepatan tinggi dari “Kampanye Quang Trung”, saat menemukan lokasi dengan kondisi geografis yang sulit untuk pembangunan, kami segera memperkuat personel untuk menanganinya. Beberapa keluarga tinggal di gang-gang sempit dengan akses jalan yang sangat kecil sehingga kendaraan bermotor tidak dapat masuk. Dalam kondisi tersebut, kami harus mengangkut bahan pembangunan menggunakan gerobak dorong, bahkan para prajurit langsung memanggul dan membawa bahan bangunan ke lokasi pembangunan”.
Para prajurit Detasemen Pasukan Khusus dengan sigap membangun rumah bagi warga. (Foto: Tran Ngoc) |
Jalan-jalan berkelok dengan kemiringan yang curam, teriknya matahari siang di daerah dataran tinggi, keringat membasahi baju, sama sekali tidak mempengaruhi “ketahanan” para prajurit pasukan khusus ini. Suara tawa dan canda tetap terdengar di sepanjang lereng bukit.
Tidak hanya membangun rumah, para prajurit juga membersihkan lebih dari 2 km saluran air, serta membersihkan lingkungan untuk mencegah wabah pasca-bencana. Ada malam-malam ketika cahaya senter di lokasi kerja menyala hingga pukul 11 atau 12 malam. Semuanya dilakukan demi satu tujuan: menstabilkan kehidupan masyarakat etnis Raglai secepat mungkin dalam waktu 30 hari.
“Saat badai, istri saya menginap di Kantor Komite Rakyat selama empat malam. Sekarang, sudah ada rumah baru yang lebih indah. Terima kasih kepada para prajurit, kalian bekerja cepat dan penuh perhatian”.
Para perwira dan prajurit Brigade Pasukan Khusus Perairan berpartisipasi dalam pembangunan rumah dalam “Kampanye Quang Trung”. (Foto: Tran Ngoc) |
Bapak Kator Than, dengan wajah yang tersengat matahari dan mata yang berkaca-kaca saat rumahnya rusak parah pada malam badai bulan November tahun lalu, kini berdiri di depan rumah baru yang kokoh dan luas, matanya berkilau penuh kebahagiaan.
Tepuk tangan bergema dalam upacara serah terima rumah. Kebahagiaan pun meledak. Dalam waktu kurang dari sebulan, Detasemen Pasukan Khusus telah menyelesaikan pembangunan 21 rumah baru dan memperbaiki 9 rumah yang rusak parah di Kecamatan Bac Ai Tay. Tigapuluh keluarga tersebut juga menerima hadiah kebutuhan pokok senilai 33 juta VNA.
Rumah baru memiliki lebar lebih dari 4 meter dan panjang 14 meter. (Foto:Tran Ngoc) |
Ini merupakan ungkapan kepedulian para perwira dan prajurit Detasemen Pasukan Khusus serta para dermawan. Nguyen Thi Minh Nguyen, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Bac Ai Tay, menyatakan: “Belum pernah saya melihat kampanye pembangunan rumah secepat ini. Sangat cepat. Ikatan erat antara tentara dan rakyat cukup akrab, di mana pun ada kesulitan, tentara selalu hadir untuk membantu masyarakat”.
Kecamatan Bac Ai Tay kini perlahan mulai pulih pasca banjir bandang. Rumah-rumah baru yang kokoh telah berdiri sebagai simbol kemanunggalan antara tentara dan rakyat di masa damai. Kehadiran mereka membantu masyarakat etnis Raglai menjadi lebih teguh dan percaya diri dalam membangun kehidupan baru di kampung halaman mereka.