(VOVWORLD) - Pola “Kembali ke kepercayaan, menjaga aman dusun” di Provinsi Gia Lai dibentuk sejak tahun 2022 di Kabupaten Phu Thien, kemudian ialah kabupaten-kabupaten : Chu Se, Ia Grai dan Dak Doa. Pola ini mendapatkan penyambutan baik, partisipasi aktif sehingga memberikan banyak efektivitas.
Pasukan Keamanan mengunjungi warga (Foto: Ngoc Anh/VOV) |
Pola “Kembali ke kepercayaan, menenteramkan dusun” di atas meliputi 4 kekuatan yaitu Anggota Partai Komunis, pejabat; orang yang berwibawa, pemuka agama dan orang-orang yang telah kembali untuk beraktivitas agama asli, mempunyai pikiran yang maju. Pola ini memenuhi kebutuhan kepercayaan dan keagamaan dari rakyat tanpa disalah-gunakan oleh semua faksi untuk menyabortase pemerintahan, Bapak Rah Lan Chung, Ketua Komite Rakyat Provinsi Gia Lai memberitahukan:
“Ciri umum dari pola tersebut ialah memobilisasi kekuatan seluruh lapisan rakyat dan seluruh sistem politik dalam ikut menggerakkan dan meyakinkan orang-orang yang telah mendengarkan dan mengikuti organisasi reaksioner Fulro dan Kontestan De Ga kembali untuk beraktivitas dalam semua agama ortodok. Pola ini menjadi jembatan penghubung antara warga dengan pemerintahan serta memanifestasikan pandangan Partai dan Negara dalam melaksanakan haluan mengenai kesetaraan kepercayaan agama, kehidupan warga etnis minoritas di Provinsi Gia Lai telah mendapat perhatian Negara”.
Cara melakukan propaganda dan penggerakan dari pola : “Kembali ke Kepercayaan, menjaga aman Dusun” sangat beraneka ragam seperti: menggerakkan setiap individu, mengadakan sidang dengan masyarakat, menggunakan medsos untuk melakukan sosialisasi dan dll. Khususnya berkoordinasi secara erat dengan para pemuka agama dan orang yang berwibawa di daerah etnis minoritas untuk melakukan propaganda, menggerakkan dan membantu orang-orang yang pernah sesat jalan dan mengikui “Protestan De Ga” kembali melakukan aktivitas agama secara sah; mengonversi beberapa obyek poros menjadi “inti” proaktif dalam gerakan seluruh masyarakat menjaga keamanan tanah air. Saudara Kpa Pih di Kecamatan Ia Glai, Kabupaten Chu Se memberitahukan:
“Saya pernah mengikuti Protestan De Ga. Saya melihat itu merupakan pekerjaan yang tak benar. Ketika saya kembali, saya telah mendapat dorongan semangat dan bantuan dari para pejabat kecamatan”.
Pernah memimpin organisasi reaksioner Fulro tingkat daerah, memainkan peranan utama dalam huru-hara di Ayun Pa pada tahun 2001 untuk menuntut pembentukan apa yang dinamakan : “Negara De Ga”, Bapak Siu Un, di Kabupaten Phu Thien yang sekarang telah kembali bekerja secara jujur setelah periode kesalahan. Dia melihat bahwa di Vietnam hak berkepercayaan dan beragama dari masyarakat, di antaranya ada warga etnis minoritas Jrai selalu dihargai oleh Partai Komunis dan Negara serta terjamin pelaksanaannya. Bapak Siu Un mengatakan:
“Dulu dihasut oleh kekuatan-kekuatan reaksioner asing, saya telah menyebarkan surat selebaran di desa-desa untuk menuntut pembentukan Negara De Ga yang merdeka. Saya merasa sangat sedih kenapa saya bertindak seperti itu, disalah-gunakan oleh orang yang buruk. Sejak tahun 2015, saya kembali ke kepercayaan, kembali ke agama resmi, agama yang mendapat izin dari Partai dan Negara untuk beraktivitas. Ketika kembali, saya mendapat syarat dari Partai Komunis, Negara dan pemerintahan untuk beraktivitas agama”.
Rumah kasih sayang yang dihadiahkan oleh Bank BIDV kepada warga (Foto: Ngoc Anh/VOV) |
Di samping menggerakkan warga menikmati kehidupan duniawi yang baik dan keagamaan yang baik pula, pola “Kembali ke kepercayaan, menjaga aman dusun” juga membantu mereka menstabilkan kehidupan dan mengembangkan ekonomi. Ibu Truong Thi Thanh Hoa, Ketua Asosiasi Perempuan Kecamatan Ia Pet, Kabupaten Dak Doa memberitahukan:
“Semua perempuan yang ada suami, anak atau mereka diri penganut Protestan De Ga diberikan bantuan pola nafkah pencahariaan berupa babi benih agar mereka mendapat syarat untuk mengembangkan ekonomi. Dari situ bererpengaruh terhadap para perempuan dan melalui itu berpengaruh baik terhadap suami dan anaknya”.
Pola “Kembali ke kepercayaan, menjaga aman dusun” merupakan cara berbeda yang dilaksanakan oleh Provinsi Gia Lai dibandingkan dengan daerah-daerah lain di daerah Tay Nguyen. Hingga sekarang, pola tersebut telah membentuk lebih dari 70 tim penggerak dan sudah menggerakkan sekitar 800 orang yang pernah mengikuti agama ilegal yaitu Protestan De Ga untuk kembali ke organisasi-organisasi agama yang diakui negara. Kolonel Nguyen Ngoc Son, Wakil Direktur Pasukan Keamanan Gia Lai menilai:
“Pola tersebut mendapat konsensus dan dukungan masyarakat. Pola ini memenuhi kepercayaan agama, membantu masyarakat mendapatkan kepercayaan untuk kembali ke organisasi-organisasi agama ortodok” .
Pola “Kembali ke kepercayaan, menjaga aman dusun” telah menciptakan syarat bagi para orang yang sesat jalan untuk kembali ke kepercayaan, memperkuat persatuan seluruh bangsa. Pola ini akan terus diganda-luaskan di seluruh Provinsi Gia Lai.