Memelihara Kecintaan Anak-Anak terhadap Buku

(VOVWORLD) - Di Kecamatan Duong Lieu, Kabupaten Hoai Duc, Kota Hanoi, ada satu alamat yang sejak lama menjadi tujuan populer bagi anak-anak. Itulah perpustakaan Duong Lieu – perpustakaan swasta yang didirikan seorang pemuda.
Memelihara Kecintaan Anak-Anak terhadap Buku - ảnh 1 Anak-anak membaca buku di perpustakaan Duong Lieu (Foto: tuoitre.vn)

Dengan keinginan membawa ilmu pengetahuan ke desa, membantu anak-anak di sana terhubung dengan budaya yang sehat – alih-alih memainkan games elektronik – Nguyen Ba Luong dan temannya Phung Ba Hung beserta satu kelompok pemuda di Kecamatan Duong Lieu telah membentuk perpustakaan gratis. Meskipun hanya dibuka pada malam hari, yaitu setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu, namun jumlah anak-anak yang datang ke perpustakaan itu cukup banyak.

- Saya sangat suka datang ke sini. Setiap hari saya membaca satu buku. Saya merasa hal itu sangat bermanfaat. Di sini ada banyak buku yang tidak terbeli karena harganya tinggi, tetapi dengan datang ke sini saya bisa membaca secara cuma-cuma. 

- Saya sangat senang ketika datang di sini. Ada banyak teman yang juga datang ke sini untuk membaca. 

Tidak hanya anak-anak saja, tetapi juga orang lanjut usia di daerah setempat pergi ke perpustakaan untuk mencari dan membaca buku favorit mereka. Phi Thi Lieu, seorang perempuan berusia 74 tahun, mengatakan:

Saya banyak membaca dan meminjam buku untuk dibawa ke rumah. Semua gratis. Dengan membaca buku, saya merasa lebih senang”.

Perpustakaan Duong Lieu telah beroperasi lebih dari 7 tahun. Ketika baru dibuka, perpustakaan ini hanya memiliki sekitar 300 buku. Phung Ba Hung dan para relawan muda harus mencari sumbangan buku dari beberapa sponsor dan jejaring sosial, sekaligus memobilisasi warga di kecamatan membawa anak-anak mereka ke perpustakaan untuk membaca buku. Selain membaca di perpustakaan, jika perlu meminjam buku, anak-anak akan diberikan kartu anggota tanpa dipungut biaya. Phung Ba Hung, manajer utama perpustakaan tersebut, mengatakan:

“Banyak anak-anak di tempat lain juga datang ke sini untuk membaca karena mereka tidak punya tempat untuk membaca dan belajar. Saat perpustakaan dibuka, anak-anak menyambut dengan antusias, dan pada hari-hari perpustakaan tutup, anak-anak sangat sedih”.

Dalam ruangan seluas 60 meter persegi tersedia koleksi hampir 2000 buku dan dibagi menurut bidang masing-masing. Setiap jenis buku ditandai dengan warna tersendiri agar mudah dikenali anak-anak, seperti: buku sastra, buku sains, buku tentang peningkatan kepribadian, pelajaran karakter manusia , dan sebagainya. Phung Ba Hung mengungkapkan:

“Niat awal kami ialah menciptakan arena permainan bagi anak-anak untuk bergabung dan membaca buku dengan gratis. Ini juga merupakan tempat di mana anak-anak dapat datang dan menghabiskan waktu, ikut serta dalam permainan-permainan yang bermanfaat, alih-alih tinggal di rumah dan menonton perangkat elektronik dan bermain game di HP”.

Memelihara Kecintaan Anak-Anak terhadap Buku - ảnh 2Dalam ruangan seluas 60 meter persegi tersedia koleksi hampir 2000 buku dan dibagi menurut bidang masing-masing. (Foto: vov2.vn) 

Phung Ba Hung yang bekerja di bidang teknologi pada sebuah perusahaan Jepang, sekarang turun tangan langsung menjalankan aktivitas perpustakaan. Dengan kekuatannya dalam teknologi, ia membuat fanpage di Facebook untuk meminta sumbangan buku dan mengadakan event-event pengumpulan dana untuk pembelian buku dengan cara mencetak kalender desa, menjual cinderamata, membuat Banh Chung (sejenis kue tradisional). Tidak disangka, banyak anak-anak di kecamatan yang datang untuk membaca buku dan antusias mengikuti event-event yang diselenggarakan perpustakaan. Melalui fanpage tersebut, banyak sponsor dari Kota Ho Chi Minh, Kota Hanoi, dan beberapa provinsi lainnya juga telah mengirimkan buku ke perpustakaan. Phung Ba Hung menambahkan:

“Hingga 95% buku di perpustakaan merupakan sumbangan pembaca dari seluruh negeri. Hanya sekitar 5% di antaranya dibeli perpustakaan. Ketika warga mengetahui perpustakaan ini, mereka memberi banyak dukungan, bahkan sekarang kami tidak perlu membeli buku. Untuk mempertahankan aktivitas perpustakaan harus memiliki rasa cinta dan tanggung jawab. Kami beruntung memiliki orang-orang yang memiliki karakter tersebut. Selain itu, juga harus menyebut para relawan perpustakaan. Saat ini, perpustakaan memiliki lebih dari 70 relawan yang adalah para pelajar dan mahasiswa”.

Hingga saat ini, perpustakaan Duong Lieu memiliki lebih dari 700 orang memiliki kartu anggota untuk membaca secara rutin. Pengunjung tanpa kartu anggota pun datang untuk membaca buku dan mengikuti acara-acara yang diselenggarakan oleh perpustakaan. Mereka datang dengan tujuan antara lain untuk menyumbang dana, sekaligus membina kekompakan masyarakat, dan memacu minat baca bagi anak-anak. /.

Komentar

Yang lain