(VOVWORLD) - Terletak di tengah lautdengan iklim ekstrem sepanjang tahun, namun Kabupaten kepulauan Truong Sa (kini adalah Daerah Istimewa Truong Sa, Provinsi Khanh Hoa) selalu dikenakan warna hijau pepohonan. Melalui Program “Penghijauan Truong Sa”, pemerintahan dan masyarakat Daerah Istimewa Truong Sa telah membangun sebuah lingkungan hidup yang bersih dan damai.
Saat menginjakkan kaki di berbagai pulau di Kepulauan Truong Sa, di mana-mana juga ada pepohonan hijau serta kebun bibit dan kebun sayuran yang hijau dan segar. Di Kota Truong Sa, terdapat sekitar 2.000 pohon bibit. Proses pembibitan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan teknik perawatan secara ketat, dari ukuran lubang tanam hingga penjaminan kelembaban dan pupuk agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemerintahan Daerah Istimewa Truong Sa memacu dan menyemangati para komandan dan prajurit yang bertugas di pulau-pulau supaya membawa benih berbagai jenis bunga dan tanaman hias guna dibibitkan.
Vitalitas dan perkembangan luar biasa di pulau-pulau seperti Sinh Ton tampak dengan deretan pepohonan hijau, mercusuar, sistem tenaga angin... (Foto: Minh Lan/VOV) |
Di Pulau An Bang, setiap hari, Mayor Nguyen Van Nam, Perwira Politik Pulau An Bang, bersama para prajurit secara rutin mencampur tanah untuk membibit pohon kelapa, pohon “bàng vuông” (sejenis pohon ketapang), Tra, Mù u… yang adalah jenis-jenis tanaman khas di Truong Sa. Mayor Nguyen Van Nam mengatakan:
“Para komandan dan prajurit di pulau harus secara proaktif memilih jenis sayuran yang kuat dan sesuai dengan kondisi tanah setempat. Khususnya, mereka secara aktif merawat tanaman dan meningkatkan produksi pertanian. Hingga saat ini, kami selalu mampu memenuhi, bahkan melampaui kebutuhan sayuran hijau untuk hidangan makan”.
Prajurit Nguyen Huu Nam setiap hari dengan rajin merawat kebun sayuran dengan berbagai jenis sayuran hijau, seperti: bayam malabar, ketola, dan buah kundur. Pada hari-hari ketika ombak besar dan angin kencang, saudara Nam dan kawan sekesatuaannya dengan sibuk melindungi tanaman dan menyiram kebun sayuran agar tetap tumbuh dengan baik.
“Pada sore hari, saya mengolah tanah dan menyiram tanaman. Untuk sayur sawi, kami memberikan pupuk organik yang dicampur rata dengan tanah. Sedangkan untuk bayam malabar, kami menyiramnya dengan air cucian beras. Setiap bulan, kami memaneni sekitar 17 kg sayuran. Satuan kami memiliki cukup sayuran hijau untuk kebutuhan makan sehari-hari. Menanam tanaman hijau membantu pulau menjadi lebih segar dan sejuk”.
Perwira Angkatan Laut dan pengunjung Pulau Sinh Ton bermain dengan anak-anak di ruang hijau yang sejuk. (Foto: Minh Lan/VOV) |
Di Pulau Sinh Ton Dong, di bawah naungan pohon-pohon rindang, ada kebun-kebun bibit yang dilindungi dengan baik, dengan berbagai jenis tanaman seperti pohon “Tra”, pohon “bàng vuông”, serta banyak jenis sayuran hijau.
Perwira Politik Pulau Sinh Ton Dong, Letnan Kolonel Le Doan Hop, mengatakan: Sejak tahun 2022 hingga kini, pulau ini telah berhasil membibitkan 500 pohon dan memperbanyak lebih dari 100 pohon. Dari kebun bibit di Pulau Sinh Ton Dong, anak pohon tersebut didistribusikan ke berbagai pulau di Kepulauan Truong Sa. Pada tahun 2023, pulau ini telah mengirimkan lebih dari 30 pohon cemara laut, pohon “tra”, dan jeruk nipis ke Pulau Nui Le A; serta 20 pohon “tra” dan 5 pohon “bàng vuông” ke Pulau Da Lon….:
“Kami harus mengembangkan semangat muda dari para anggota Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh, semangat pelopor dan teladan dari para komandan dan prajurit di pulau. Setiap bulan, setiap orang membibit 2 sampai 3 pohon. Dari awal tahun lalu, kami telah berhasil membibit hampir 1.000 pohon”.
Kebun sayur yang subur menjadi kebanggaan para prajurit angkatan laut di Pulau Len Dao. (Foto: Minh Lan/VOV) |
Di kecamatan kepulauan Song Tu Tay, dalam rangka melaksanakan program “Penghijauan Truong Sa”, pulau ini menetapkan jatah dan melimpahkan tugas kepada para komandan, prajurit dan masyarakat jumlah pohon untuk ditanam dan. Setiap minggu dan setiap bulan, ada tim-tim yang akan melakukan penilaian dan evaluasi. Berkaitan dengan Truong Sa sejak usia dua puluhan, pada tahun 2025 ketika kembali ke pulau, Letnan Kolonel Vu Van Minh, Staf Komando di Pulau Truong Sa, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas kehijauan pulau:
“Dulu, pohon masih kecil, sekarang sudah sama sekali berubah. Saya pertama kali datang ke sini pada tahun 1996, pohon ini waktu itu baru sebesar ranting kecil, tapi tahun ini sudah tumbuh sangat baik. Pada umumnya, semua pohon ini bisa hidup sekitar 35 hingga 40 tahun. Pohon hijau awalnya ditanam untuk memberikan naungan bagi para prajurit dan menahan air tawar di dalam tanah. Saat lelah, keluar ruang dan melihat warna hijau, saya merasa segar, nyaman, dan rileks”.
Di Daerah Istimewa Truong Sa, banyak pohon hijau yang berumur 30-40 tahun, bahkan ada beberapa pohon yang berusia ratusan tahun dan telah diakui sebagai Pohon Warisan. Tidak hanya memiliki nilai istimewa dari segi ilmu pengetahuan, budaya dan pemandangan saja, tetapi pohon-pohon “Bàng vuông”, “Phong ba”, “Tra”, dan “Mù u” juga telah membantu Truong Sa menjadi hijau dengan suasana damai serta menunjukkan daya hidup yang kuat dari tanah dan manusia di tengah laut.