Menurut penilaian Dubes Lai Thai Binh, perjalanan 50 tahun yang sudah lewat sejak Vietnam dan Filipina menjalin hubungan diplomatik secara jelas mencerminkan kematangan dan kedalaman hubungan bilateral. Dari fondasi kerja sama awal, kedua negara secara bertahap membangun dan mengembangkan hubungan Kemitraan Strategis, serta memperluas kerja sama di banyak bidang. Di antaranya, kerja sama politik dan diplomatik terus menjadi pilar penting, yang berfokus pada penguatan kepercayaan politik, pertukaran delegasi tingkat tinggi, serta koordinasi erat di forum regional dan internasional. Kerja sama dalam urusan maritim, keamanan, dan pertahanan juga semakin diperhatikan, mencerminkan kepentingan bersama kedua negara pesisir.

Terkait kerja sama ekonomi, nilai perdagangan bilateral terus berkembang dan ditargetkan mencapai 10 miliar USD. Dalam hal ini Vietnam memainkan peran sebagai mitra kunci dalam menjamin pasokan beras yang stabil bagi Filipina. Pada tahun 2025, Vietnam menginvestasikan lebih dari 90 juta USD di Filipina, sementara Filipina menginvestasikan tambahan 200 juta USD di Vietnam.

Dalam konteks pertukaran antar masyarakat yang semakin dihargai, kerja sama di bidang pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan antara Vietnam dan Filipina telah menunjukkan perkembangan yang jelas. Dubes Lai Thai Binh menilai:

“Kerja sama pariwisata antara Vietnam dan Filipina sangat berkembang. Berdasarkan landasan saling pengertian, kondisi alam, budaya, dan kekayaan kuliner Vietnam telah menarik kedatangan banyak wisatawan Filipina ke Vietnam, dan khususnya Filipina tetap menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara dengan tingkat pengeluaran tertinggi saat berkunjung ke Vietnam. Mengenai bidang-bidang lain seperti kebudayaan dan pendidikan, komunitas mahasiswa Vietnam yang pernah belajar di Filipina telah meraih kesuksesan. Saya menganggap bahwa bidang-bidang lain, baik yang lama maupun yang baru, masih memiliki potensi besar. Namun, hal ini membutuhkan upaya sekuat tenaga dari kedua belah pihak untuk mewujudkan potensi tersebut.”

Selain bidang-bidang tradisional, kerja sama sains teknologi, dan transformasi digital kini muncul sebagai arah strategis baru. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk meningkatkan daya saing nasional dan ketahanan perekonomian, serta beradaptasi dengan tren-tren pembangunan baru di kawasan dan dunia.

Di tingkat regional, Vietnam dan Filipina memiliki kepentingan bersama dalam mempertahankan solidaritas ASEAN, mengembangkan sentralitas ASEAN, dan mendorong dialog, membina kepercayaan, serta menyelesaikan tantangan regional secara damai, berdasarkan hukum internasional. Kedua belah pihak juga memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya mempertahankan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan keselamatan maritim di Laut Timur, mendukung proses dialog dan pembinaan kepercayaan, termasuk mendorong penyusunan Kode Etik Para Pihak di Laut Timur (COC) yang substansial, efektif, dan sesuai dengan hukum internasional.

Dubes Lai Thai Binh menganggap bahwa pada tahun 2026, kegiatan-kegiatan peringatan HUT ke-50 hubungan diplomatik Vietnam-Filipina berlangsung dalam konteks Filipina memegang jabatan Ketua ASEAN. Hal ini akan menjadi dasar penting bagi kedua negara untuk terus berjalan seperjalanan, saling melengkapi, dan bersama-sama menuju target-target yang lebih tinggi dalam lingkungan regional dan internasional yang bergejolak. Dubes Lai Thai Binh mengatakan:

“Dasar pertama adalah perkembangan hubungan bilateral yang cepat dan positif berdasarkan kepentingan substansial dari kedua belah pihak. Kedua adalah peringatan 50 tahun penjalinan hubungan diplomatik antara Vietnam dan Filipina, dan ketiga adalah jabatan Filipina saat ini sebagai Ketua ASEAN. Oleh karena itu, kerja sama akan terkait dengan ketiga pilar tersebut. Vietnam dan Filipina akan terus berkoordinasi erat, mendorong kerja sama dalam kerangka ASEAN, tidak hanya terkait dengan kedua negara, tetapi juga terkait dengan perdamaian, kerja sama, dan perkembangan di kawasan dan dunia. Karena ini juga merupakan kesempatan untuk menciptakan kekuatan terpadu.”

Dubes Lai Thai Binh menegaskan bahwa, jika mengelok kembali perjalanan 50 tahun terakhir, hubungan Vietnam-Filipina telah melampaui kerangka kerja sama bilateral biasa untuk menjadi kemitraan yang semakin mendalam, substansial, dan memiliki visi jangka panjang. Pencapaian tersebut tidak hanya membawa kepentingan praktis bagi rakyat kedua negara, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di Asia Tenggara.