Pulau Koh Si-Chang: Mengkonservasikan Rajungan Biru dan Memperbaiki Mata Pencaharian Masyarakat

(VOVWORLD) - Selama bertahun-tahun belakangan ini, sumber daya laut yang berangsur-angsur habis telah sangat memengaruhi mata pencaharian dari kaum nelayan di Pulau Koh Si-chang (Provinsi Chonburi - Thailand). Oleh karena itu, kegiatan penelitian dan konservasi beberapa jenis hasil laut yang bernilai tinggi dilakukan oleh pemerintahan dan masyarakat Pulau Koh Si-chang. Hal ini turut memulihkan ekosistem laut, memperbaiki mata pencaharian serta meningkatkan pendapatan bagi kaum nelayan di pulau tersebut. 

Selama lebih dari 4 tahun ini, Doktor Nilnaj Chaitanawisuti - pengurus Pusat Konservasi dan Pembiakan Spesies Laut Koh Sichang telah bekerja keras dengan penelitian dan koordinasi kegiatan di Pusat tersebut.

“Tugas utama pusat ialah memulihkan sumber daya dan ekosistem pesisir melalui pengorganisasian masyarakat untuk berpartisipasi pada pemulihan laut”.

Pulau Koh Si-Chang: Mengkonservasikan Rajungan Biru dan Memperbaiki Mata Pencaharian Masyarakat - ảnh 1Rajungan biru di Pulau Koh Si-chang. Foto: VOV

Di antara spesies-spesies yang dikonservasikan dan dibiakkan oleh Pusat ini, rajungan biru merupakan hasil tangkapan utama dari para nelayan di Pulau Koh Si-chang.

Untuk memulihkan sumber daya laut, pada lebih dari empat tahun lalu, dari inisiatif Institut Penelitian Universitas Chulalongkorn dan dengan sponsor Putri Maha Chakri Sirindhorn, Pusat Pembiakan Rajungan Biru telah didirikan di pulau tersebut. Ciri yang khas dari pola ini ialah cara pendekatan komunitas, di antaranya kaum nelayan tidak hanya menjadi penerima manfaat saja, tetapi juga menjadi mitra dalam konservasi. Mereka membawa induk rajungan telur ke pusat tersebut, tempat di mana rajungan tersebut dibesarkan hingga telur menetas menjadi jutaan bayi rajungan – kemudian dilepaskan kembali ke laut.

Hingga kini, kaum nelayan di Pulau Koh Si-chang telah membawa sekitar 40.000 ekor rajungan biru telur ke Pusat Konservasi dan Pembiakan Spesies Laut. Telur dari satu induk rajungan bisa menetas menjadi 1 juta ekor bayi. Ada sekitar 40 miliar rajungan biru yang telah dilepaskan ke laut dari bank rajungan biru.

Pulau Koh Si-Chang: Mengkonservasikan Rajungan Biru dan Memperbaiki Mata Pencaharian Masyarakat - ảnh 2Rajungan biru yang siap dilepaskan ke laut. Foto: VOV

Lahir dan dibesarkan di Pulau Koh Si-chang, saudara Tai Lu adalah seorang nelayan dengan pengalaman melaut selama bertahun-tahun. Hasil tangkapan utamanya adalah rajungan biru. Menyadari kepentingan dari kegiatan konservasi, saudara Tai Lu telah secara aktif membawa rajungan-rajungan telur ke Pusat setelah setiap pelayaran. Saudara Tai Lu dengan gembira mengatakan:

“Ada banyak rajungan biru untuk dipasok kepada pasar. Rajungan besar harganya sekitar 400 baht/kg, rajungan sedang 300 baht/kg, dan rajungan kecil 200 baht/kg. Saya bisa menangkap sekitar 2 kg rajungan biru telur per hari. Pendapatan saya kian meningkat. Saya akan bekerja sama dengan Universitas Chulalongkorn karena saya melihat kepentingan yang diberikan oleh pusat tersebut. Pusat melepaskan rajungan kembali ke laut, dan kami akan “menuai keuntungan” dari kegiatan pusat.”

Pulau Koh Si-Chang: Mengkonservasikan Rajungan Biru dan Memperbaiki Mata Pencaharian Masyarakat - ảnh 3Wakil Pusat Konservasi dan Pembiakan Spesies Laut memperkenalkan proses pembiakan rajungan biru. Foto: VOV

Dengan kepentingan-kepentingan praktis yang diberikan oleh pusat tersebut, sekarang semua nelayan di pulau bersedia untuk bekerja sama dengan pusat untuk membiakkan rajungan biru, turut memulihkan ekosistem laut dan memperbaiki mata pencaharian. Hal ini menjadikan pusat tersebut sebagai pusat model yang dapat digandakan di seluruh kabupaten pesisir di Provinsi Chon Buri. Saudari Siyamon Thianngam, Pejabat Hasil Perikanan di Kabupaten Pulau Koh Sichang, mengatakan:

“Pola pusat pembiakan rajungan biru telah banyak digandakan secara luas di kabupaten-kabupaten pulau Sattahip, Bang Saray, Si Racha, Ao Udom, Wat Komoot di Provinsi Chon Buri. Di antaranya, Doktor Nilnaj Chaitanawisuti adalah orang yang secara langsung membimbing pembentukan dan pengoperasian pusat-pusat pembiakan rajungan biru di daerah-daerah tersebut.”

Meskipun cukup dekat dengan Ibu kota Bangkok dan tujuan wisata terkenal Pattaya, Pulau Koh Si-chang (Provinsi Chonburi) merupakan pulau yang masih belum banyak dikenal oleh wisatawan. Upaya dari para ilmuwan, pemerintahan daerah, dan partisipasi yang aktif dari masyarakat telah turut memulihkan ekosistem laut yang sehat. Ini merupakan syarat penting bagi Pulau Koh Si-chang untuk mengembangkan produk-produk wisata yang khas, sehingga mendatangkan kepentingan ekonomi yang berkelanjutan bagi penduduk setempat./.

Komentar

Yang lain